Menelaah Delapan Standar Nasional Pendidikan di Jawa Barat

ahmad hadadi
Dr AHMAD HADADI
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat
0 Komentar

Seseorang sudah bisa lulus apabila mencapai SKL. Peni­laian ini dilakukan melalui angka atau narasi. Tujuan dari diterapkannya standar peni­laian ini adalah membangun generasi yang memiliki sikap empati lebih besar. Makanya, saa tini di dalam rapor juga ada penilaian spiritual dan sosial.

Standar terakhir pengelolaan, ini tidak hanya terkait admi­nistrasi dan keuangan saja. Tapi juga sumberdaya manusia (SDM) dan kurikulum. Standar inilah yang berkaitan dengan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang bertujuan agar sekolah dapat mengembangkan kurikulum dan potensi seko­lahnya sendiri.

MBS berfungsi menerapkan kurikulum di luar standar pe­merintah. Contohnya, kuriku­lum SMK tidak cukup dari pemerintah saja, tapi juga ha­rus divalidasi oleh industri yang jadi mitra sekolah. Pengelo­laan juga berkaitan dengan penerapan kurikuler, ekstra­kurikuler, dan kokurikuler.Jadi, sekali lagi, kalau berbicara delapan standar nasional pen­didikan, Jawa Barat telah dan akan terus memenuhi delapan kriteria tersebut. Alhasil, pen­didikan yang terjangkau di Jabar sudah terpenuhi jika diukur dari delapan standar nasional pendidikan.

Baca Juga:Gubernur Aher Kirimkan Surat ke Presiden Soal Pemberhentian SekdaGlenn Buka Suara Terkait Isu Pelatih Anyar Persib

Tugas kita bersama berikut­nya adalah mengawasi dan mengawal setiapelemen, baik birokrat, pemerintah, maupun masyarakat. Pengawasan dan pengawalan yang tentu dida­sari itikad baik dan keikhlasan secara kolegial.

Dengan terpenuhinya dela­pan standarnasional pendi­dikan, maka hasilnya gene­rasi kita sudah sesuai dari sisi akhlak, wawasan bertam­bah. Sekaligus terampil dalam membangun Jawa Barat hari ini dan mendatang yang lebih baik. Semoga. (**)

Laman:

1 2 3
0 Komentar