Seseorang sudah bisa lulus apabila mencapai SKL. Penilaian ini dilakukan melalui angka atau narasi. Tujuan dari diterapkannya standar penilaian ini adalah membangun generasi yang memiliki sikap empati lebih besar. Makanya, saa tini di dalam rapor juga ada penilaian spiritual dan sosial.
Standar terakhir pengelolaan, ini tidak hanya terkait administrasi dan keuangan saja. Tapi juga sumberdaya manusia (SDM) dan kurikulum. Standar inilah yang berkaitan dengan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang bertujuan agar sekolah dapat mengembangkan kurikulum dan potensi sekolahnya sendiri.
MBS berfungsi menerapkan kurikulum di luar standar pemerintah. Contohnya, kurikulum SMK tidak cukup dari pemerintah saja, tapi juga harus divalidasi oleh industri yang jadi mitra sekolah. Pengelolaan juga berkaitan dengan penerapan kurikuler, ekstrakurikuler, dan kokurikuler.Jadi, sekali lagi, kalau berbicara delapan standar nasional pendidikan, Jawa Barat telah dan akan terus memenuhi delapan kriteria tersebut. Alhasil, pendidikan yang terjangkau di Jabar sudah terpenuhi jika diukur dari delapan standar nasional pendidikan.
Baca Juga:Gubernur Aher Kirimkan Surat ke Presiden Soal Pemberhentian SekdaGlenn Buka Suara Terkait Isu Pelatih Anyar Persib
Tugas kita bersama berikutnya adalah mengawasi dan mengawal setiapelemen, baik birokrat, pemerintah, maupun masyarakat. Pengawasan dan pengawalan yang tentu didasari itikad baik dan keikhlasan secara kolegial.
Dengan terpenuhinya delapan standarnasional pendidikan, maka hasilnya generasi kita sudah sesuai dari sisi akhlak, wawasan bertambah. Sekaligus terampil dalam membangun Jawa Barat hari ini dan mendatang yang lebih baik. Semoga. (**)
