Sejauh ini, pembangunan RKB di Jabar sudah mencapai 17.000 disertai sembilan sekolah baru. Rehabilitasi bangunan, peralatan sekolah, dan ruang praktikum juga termasuk kedalam komponen biaya investasi guna pemenuhan standar sarana dan prasarana pendidikan di Jabar.
Pembangunan RKB difokuskan pada kabupaten yang jumlah partisipasi anak masuk sekolah masih rendah. Saat ini, tingkat partisipasi anak usia sekolah di kabupaten sudah lebih dari 76 persen. Sementara di Kota Bandung sudah 100 persen.
Pembangunan RKB tidak terkecuali untuk sekolah swasta. Aspek ini tidak lain adalah untuk meningkatkan angka partisipasi anak masuk sekolah di Jabar. Hal-hal menyangkut inovasi atau program unggulan untuk membangun kualitas pendidikan di atas standar, tentu butuh biaya tambahan.
Baca Juga:Gubernur Aher Kirimkan Surat ke Presiden Soal Pemberhentian SekdaGlenn Buka Suara Terkait Isu Pelatih Anyar Persib
Dari segi operasional, Pemprov Jabar member beasiswa per tahun untuk 2 juta anak di Jabar (Rp500.000 bagi siswa/siswi di kota dan Rp 700.000 bagisiswa/siswi di kabupaten).
Kemudian, aspek personal berkaitan honor dan tunjangan guru. Bagi mereka yang sebelumnya mendapat honor di bawah Rp 600.000, maka kami genapkan menjadiRp 600.000 setelah kami alihkelola.
Mengawasi bersama dengan tercapainya standar biaya, sarana dan prasarana, serta pendidik dan tenaga kependidikan, maka akan berdampak lima standar lainnya (kompetensi lulusan, isi, proses, penilaian, pengelolaan) dalam output dan outcome berupa meningkatnya kapasitas guru, kualitas proses pembelajaran, dan kualitas lulusan.
Berbicara kompetensi lulusan, 100 persen siswa/siswi Jabar telah lulus. Ujian bukan lagi menjadi penentu kelulusan. Hampir seluruh sekolah di Jabar telah tercapai 100 persen standar kompetensinya.
Dari segi standarisi, di tahun 2017 kami menargetkan 100 persen kurikulum di Jabar menerapkan kurikulum 2013. Saat ini masih 45 persen, karena menunggu kelas 11 dan 12 yang masih menerapkan KTSP.
Pengaplikasian kurikulum 2013 termasuk dalam standar proses pembelajaran yang mengutamakan aspek afektif, di samping pengetahuan dan psikomotorik. Proses pembelajaran dinilai berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL). SKL termasuk kedalam standar nilai, yang di Jabar sendiri saat ini lebih mengedepankan penilaian sikap dari siswa/siswi.
