Bisa Timbulkan Penyakit, Jangan Biarkan Menggunung di Pasar

jabarekspres.com, BANDUNG – Menangani permasalahan sampah di lingkungan masyarakat, tidak hanya tanggung jawab pemerintah. Melainkan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hindup (LH) Kabupaten Bandung Asep Kusumah kepada wartawan Jabar Ekspres, diruang kerjanya, kemarin (12/7). Dia mengakui jika pengangkutan sampah dilakukan oleh dinas yang dipimpinnya itu. Namun hal tersebut menjadi beban bersama dan bukan hanya beban pemerintah saja.

“Masalah sampah ini kan tanggung jawab bersama. Jadi mari kita jaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan,”katanya.

Salah satu masalah sampah yang kini tengah ditangani LH, yakni gunungan berada di Pasar Baleendah, Kabupaten Bandung. Pengangkutan sampah ini ditangani dinas LH, dengan unit armada truk sebagai pengangkut sampah itu.

“Gunungan sampah ini sudah empat bulan dibiarkan menumpuk. Pihak DLM baru mengangkutnya dengan menggunakan 14 armada truk sampah milik UPTD Kebersihan Kecamatan Baleendah dan 1 unit dump truk. Gunungan sampah tersebut, sebanyak 198 kubik di pasar Baleendah,’ujar Ade Sudjana, Kordinator Lapangan UPTD Kebersihan Wilayah Baleendah, kemarin (12/7).

Ade mengatakan, karena terlalu banyak volume sampah yang menumpuk di pasar ini, satu unit loader diterjunkan untuk mempercepat pengangkutan.

“Sampah ini diangkut dua ritase untuk dibuang ke TPA Sarimukti yang berada di Kabupaten Bandung Barat,” sambung dia.

Ade mengungkapkan, pengerukan sampah tersebut dilakukan selama satu hari yang dimuali pagi hingga malam hari. Dahulu katanya, membuang sampah ke TPA Babakan yang berada di Kecamatan Ciparay, setelah ditutup pihaknya harus membuangnya ke TPA Sarimukti yang jaraknya cukup jauh.

“Perjalanan dari Baleendah menuju TPA Sarimukti sekitar tiga jam kalau lancar, kalau Padalarang macet, bisa lebih. Apalagi kalau di musim hujan bisa sampai seharian hanya untuk membuang sampah satu ritase saja. Jadi maklum, jaraknya jauh lambat penanganannya. Selain itu, yang membuang sampah ke sari Mukti juga dilakukankabup[aten dan kota lainnya seperti KBB, Cimahi dan Kota Bandung juga sama,” ungkapnya.

Menurut Ade, sebetulnya sampah hasil pedagang pasar dapat ditangani. Pihaknya kewalahan untuk menampung sampah warga sekitar yang sama-sama membuang ke Tempat Pembuangan Sampah Semantara (TPS) di Pasar Baleendah.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan