Karena di tengah ruas jalan tol, banyak pemudik yang terpaksa buang air di tengah persawahan. Banyak pula kendaraan yang kehabisan bahan bakar. Kendaraan yang kehabisan bahan bakar itu memperparah kemacetan karena ruas jalan tol menyempit.
”Waktu itu saya berangkat ke Pati H-2. Sampai di kampung halaman jam 9 pagi, setelah salat Id selesai,” kenang Wirawan.
Selain flyover, hal lain yang mengkhawatirkan dalam momen mudik nanti adalah penerapan uang elektronik di gerbang tol yang belum sepenuhnya dilakukan. Hal itu akan mengakibatkan bottle neck yang begitu parah.
Baca Juga:Banyak Siswa Putus SekolahRamadan Lakukan Tadarus, di Tengah Keterbatasan Fisik
Gerbang tol Cikarang Utama, misalnya. Hingga kini, gerbang tol di Bekasi itu masih menjadi jalur neraka bagi pengendara. Antrean panjang luar biasa selalu terjadi pada jam-jam sibuk. Salah satu penyebabnya, masih dibukanya jalur pembayaran tunai. Pelayanan uang tuani membutuhkan waktu tiga kali lebih lama jika dibandingkan dengan uang elektronik.
Jumat sore (9/6) saja, antrean kendaraan terpantau mengular panjang menuju gardu tol dari dan menuju Jakarta. Diperkirakan, antrean lebih dari 5 kilometer. Padahal, jumlah gerbang yang dibuka untuk pelayanan telah cukup banyak.
Bisa dibayangkan bagaimana arus lalu lintas saat momen mudik nanti yang notabene jumlah kendaraan pasti meningkat tajam.
Jasa Marga memprediksi adanya kenaikan kendaraan hingga 120 ribu dari normalnya hanya 88 ribu kendaraan. Kendaraan sejumlah itu bakal melintasi Gardu Tol Cikarang Utama pada H-2 Lebaran.
Kekhawatiran berikutnya terkait dengan minimnya rest area di jalan bebas hambatan. Pengemudi yang terjebak kemacetan bisa tersiksa saat harus buang air. Apalagi jika bahan bakar terbuang percuma karena macet. Bisa-bisa belum sampai stasiun pengisian bahan bakar sudah kehabisan BBM.
Menghadapi kondisi itu, penambahan rest area menjadi salah satu fokus utama pemerintah dan Jasa Marga selaku operator tol. Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani menyatakan, pihaknya menyiapkan parking bay untuk momen mudik. Itu adalah rest area mini yang bisa digunakan pemudik untuk melepas lelah dan buang air sejenak. ”Parking bay dilengkapi tempat istirahat, toilet, dan musala,” kata Desi.
