Ia berharap, dengan cinta produk Bandung Barat akan menjadi budaya di masyarakat sehingga perputaran uang di KBB menjadi tinggi dan berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Dengan begini, inflasi di daerah akan terkendali. “Kita optimis dari mulai ketersedian barang dan harga dapat ditekan dan aman. Sehingga masyarakat tidak terbebani,” ungkapnya.
Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag) Kabupaten Bandung Barat akan menggelar operasi pasar (OP) mendekati Ramadan. Hal itu dilakukan guna menekan kenaikan harga-harga bahan pokok yang menjadi agenda rutin setiap akan menghadapi Ramadan. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bandung Barat Weti Lembanawati.
Menurut Weti, dalam pelaksanaan OP nanti akan disediakan sebanyak 2.500 paket sembako. Dalam OP tersebut, sebanyak 40 % harga akan disubsidi dari harga normal. Dengan begitu, masyarakat akan mendapatkan harga-harga bahan pokok yang terjangkau menghadapi Ramadan.
Baca Juga:67 Titik Irigasi Segera DiperbaikiGatot Bentuk Relawan Braga
“Kita akan terus memantau harga-harga sembako di pasaran menghadapi Ramadan. Namun, sejauh ini harga masih stabil dan kami terus cek ke lapangan,” katanya.
Weti menambahkan, bila ada harga yang mulai naik, tentu pihaknya akan turun ke lapangan dan mencari penyebab kenaikan harga sembako tersebut. Karena, kenaikan ini banyak faktornya. Mulai dari faktor cuaca semisal harga cabai beberapa waktu lalu, bisa juga dari faktor adanya dugaan permainan yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.
“Kita tidak akan diam, tentu akan melakukan sejumlah langkah jika ada kenaikan di lapangan,”tambahnya.
OP ini, sebut dia, rencananya akan digelar di sejumlah kecamatan seperti tahun-tahun sebelumnya. Beberapa paket yang rencananya akan diberikan kepada masyarakat yakni ketersedian beras, gula pasir, minyak goreng dan beberapa hal lainnya. “Sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” tandasnya. (drx)
