Dia menegaskan, jika kelalaian itu terbukti dilakukan oleh pihak instruktur, pihaknya akan memberikan sanksi organisasi. Termasuk menyerahkannya kepada penegak hukum yang sedang melakukan proses pemeriksaan.
”Tapi saya yakin dari hati sanubarinya, instruktur itu tidak berniat seperti itu. Oleh karenanya, kami akan tetap melakukan pendampingan dengan menurunkan advokasi hukum kepramukaan,” ujarnya.
Lebih lanjut lagi Deden menegaskan, setelah kejadian pihaknya langsung melakukan evaluasi dengan melibatkan pimpinan cabang, kasi kepramukaan di-leading sektor Dispopar. ”Termasuk evaluasi, apakah Saka Bahari ini akan dilanjutkan di Kabupaten Bandung atau tidak,” ucapnya.
Baca Juga:Persib Fokus Perbaiki Lini PertahananKelulusan SNM PTN Diumumkan Siang Ini
Deden mengakui, pihaknya sampai saat ini belum melaporkan ke tingkat Kwarda dan Kwarnas. Sebab, Kwarcab masih menunggu laporan dari panitia pelaksana yang memang lebih dulu melaporkan insiden tersebut kepada Kwartir cabang tingkat Kabupaten.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bandung AKP Firman Taufik mengungkapkan, pihak Polres Pangalengan masih melakukan pemeriksaan terhadap 12 instruktur atau panitia penyelenggara kegiatan tersebut. Setelah selesai pemeriksaan di Polsek, akan dilimpahkan ke Polres Bandung. Termasuk akan langsung memberikan surat undangan kepada para peserta yang mengikuti untuk mendalami kasus ini.
”Selain kepada peserta kami pun berencana akan meminta keterangan dari kwarcab Kabupaten Bandung. Sebab, Saka Bahari posisinya di bawah Kwarcab Pramuka Kabupaten Bandung,” urainya.
Sedangkan hasil identifikasi korban, lanjut Firman, tidak ada tanda-tanda kekerasan. Namun, ada bekas luka di keningnya, tapi itu luka baru yang diduga terkena kawat jaring waktu pencarian korban. Dia memerinci, dari rekaman video, kronologis berawal saat kedua tim laki-laki dan perempuan hendak mengambil pangkat nama siswa.
Gelombang pertama, dilakukan oleh tim putra sebanyak 34 orang, selama dua atau tiga menit masuk ke air untuk mengambil pangkat nama. Setelah itu, dilanjutkan oleh tim putri sebanyak 30 orang.
”Namun baru satu menit salah seorang peserta ada yang berteriak meminta tolong. Para panitia melakukan penyelamatan dan evakuasi seluruh peserta tim putri untuk hendak naik ke darat,” urainya. Dari hasil olah TKP, kedalaman air setinggi 80 sentimeter. Untuk mengawasi para siswa, saat kegiatan itu dan ada dua perahu yang dikendarai panitia. Perahu tersebut juga sebagai pembatas kedalaman air. (yul/rie)
