”Karena Bung Karno itu memiliki kemampuan lobi yang sangat tinggi, akhirnya terjadilah barter antara tawanan perang, seorang agen CIA bernama Allen Pope dengan alat-alat tempur itu,” imbuh dia.
Allen Pope diketahui seorang pemberontak PRRI/Permesta yang berhasil diringkus oleh TNI Angkatan Udara dan menjadi tawanan.
Nah, antara Presiden Soekarno dan John F Kennedy saat itu, menukarkan Allen Pope dengan 10 unit pesawat Hercules C-130 B Short Body, 1 Helli Bell-47J Si Walet, 2 unit Executive Bizjet Jetstar Saptamarga dan Garuda, Mobil VVIP Limousine Chrysler Le Baron.
Baca Juga:Dobrak Pelayanan Publik Yang Tidak OptimalElektabilitas Emil Tertinggi
Sebagai tambahan, Allen Pope adalah seorang tentara bayaran yang ditugasi CIA dalam berbagai misi. Beberapa misinya dilakukan di Asia Tenggara. Di antaranya saat pertempuran di Dien Bien Phu, Vietnam dan pemberontakan PRRI/Permesta di Indonesia.
Dia tertangkap oleh TNI AU ketika usahanya mengebom armada gabungan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia dengan pesawat pembom B-26 Invader AUREV gagal dan akhirnya berhasil ditembak jatuh.
Pesawatnya jatuh ditembak oleh P-51 Mustang milik Angkatan Udara yang diterbangkan oleh Ignatius Dewanto. Namun kesaksian lain mengatakan, pesawatnya tertembak oleh tembakan gencar yang dilakukan armada Angkatan Laut Republik Indonesia.
Lebih lanjut Heri mengatakan, dalam melakukan restorasi helikopter tersebut, dirinya menggunakan dana pribadi. Pada 2011 itu, dirinya merasa kekurangan dana untuk merenovasi helikopter pertama Indonesia tersebut. Namun beruntung, dirinya mendapat bantuan dari pemerintah daerah Kota Batu.
”Akhirnya saya bekerja sama dengan pemda Kota Batu untuk renovasi helikopter tersebut, dengan perjanjian setelah jadi akan disimpan di Museum Angkut Kota Batu,” tutur dia.
Saat itu, dirinya pun mulai mencari bahan-bahan pengganti. Mulai dari bodi hingga spare part yang diperlukan.
”Saya terus riset. Setidaknya bagaimana mengembalikan helikopter tersebut sama seperti dulu. Saya mulai browsing gambar-gambar zaman untuk membuat duplikatnya,” ujar dia.
Baca Juga:Tembak Mati Terduga Teroris di CilegonAngkot-Online Sepakat Damai
Di pabrik miliknya, semua bagian yang masih digunakan dia perbaiki. Sedangkan bagian-bagian yang hilang, dia membuat tiruannya sendiri.
Menurut dia, meskipun helikopter, namun Si Walet memiliki struktur mesin seperti mobil. Setelah da pelajari, bahan bakar penggeraknya merupakan bensin biasa.
