Disinggung bagaimana pendapat pengusaha di Indonesia, Andre mengatakan, bahwa tingkat entrepreuner di Indonesia sangat minim. Hal itu disebabkan bahwa anak muda cenderung takut mengambil risiko. Padahal baginya masa muda ialah waktu yang tempat untuk mengambil segala resiko yang ada.
”Masa muda adalah masa di mana seseorang seharusnya menghabiskan masa risikonya sebanyak mungkin (termasuk dalam berbisnis). Sehingga ketika tua, kita tidak berisiko lagi. Jangan dibalik,” ucap Andre.
Maka dari itu, ia memilih menghabiskan waktu muda untuk serius berbisnis. Meskipun harus berjuang mati-matian terlebih dahulu untuk membangunnya, tapi hal itu bukanlah masalah. Karena untuknya, bekerja sesuai passion itu malah jauh lebih nikmat.
Baca Juga:Hanya Miliki 23 PemainKahatex Siap Bongkar Bangunan di Sungai
Andre percaya bahwa tidak ada pengusaha yang tak pernah gagal dalam hidupnya. Tidak ada juga pengusaha yang tidak tertipu oleh orang lain. Menurutnya hal itu seperti hukum wajib bagi pengusaha. ”Awalnya saya nggak percaya masa iya semua pengusaha mengalami hal itu. Namun kenyataanya memang seperti itu, yang dibutuhkan tentu semangat nggak pernah padam dan keyakinan bahwa kita akan sukses. Dan tentu bersabar,” ujar Andre.
Sosok yang menginspirasi Andre dalam perjalanannya berbisnis adalah Sandiaga Uno. Bahkan, jauh sebelum Sandiaga Uno terjun di dunia politik. Di mana empat etos kerja yang diucapkan Sandiaga Uno mampu diserap dan diimplementasikan Andre dalam berbisnis. ”Kata-kata paling diingat dari Pak Sandi adalah empat etos kerja. Kerja keras, kerja cerdasa, kerja tuntas dan kerja ikhlas. Ternyata Alhamdulillah, dengan mengimplementasikan semua itu saya merasa lebih nyaman dalam bekerja,” lanjut pria yang lahir tanggal 27 Juni 1991 ini.
Sebelum berbisnis, Andre juga sempat menjadi seorang karyawan di sebuah perusahaan di Jakarta. Meskipun dia tidak menyukainya, namun dia ingin mencoba merasakan rasanya bekerja di bawah perintah orang lain. Selain itu, Andre juga ingin tahu bagaimana cara memperlakukan orang. Barulah pada tahun 2011, Andre Igamo benar-benar terjun di dunia bisnis.
Pria asal Desa Pengarayan, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, Palembang ini mengenal bisnis sejak masa Sekolah Menengah Atas (SMA) dulu. Dia pertama kali berhasil menjual sebuah barang berupa knalpot racing kepada temannya. Sejak saat itu, dia menjadi suka berbisnis hingga sekarang.
