Belajar dari Traveling, Bikin Film di Usia 11 Tahun

Belajar dari Traveling, Bikin Film di Usia 11 Tahun
JUNEKA/JAWAPOS
KAYA PRESTASI: Natasha Dematra bersama Ayahnya Damien Dematra usai menjadi juri pada festival film internasional bidang toleransi di Denpasar.
0 Komentar

Namun, Natasha rupanya pernah pula mengalami krisis kepribadian. Tepatnya setelah menyelesaikan film pertamanya itu. Dia masih belum tahu betul buat apa membuat film. Bahkan, sempat tebersit dalam pikirannya untuk apa hidup ini. Sempat pula dia menjerit dan menangis seolah ada pertanyaan yang harus segera dijawab.

Natasha beruntung bisa menemukan jawaban tersebut dengan segera. Pada 2012 dia diajak Damien keliling ke berbagai kota di Amerika Serikat (AS). Mereka berkeliling naik mobil. Mengunjungi tempat-tempat bersejarah. Mulai museum hingga Gedung Putih. Kebetulan, pada saat itu ada pelantikan Barack Obama. ”Pelajaran terbaik itu traveling,” ujarnya lantas terkekeh.

Dari perjalanan hampir satu tahun penuh tersebut, Natasha menemukan jawaban yang sementara ini dianggapnya paling melegakan. Bahwa hidup itu harus mempunyai guna untuk kemanusiaan. Dia menemukan itu dalam sosok Presiden ke-16 AS Abraham Lincoln. Kebetulan, traveling tersebut mengantarkan pula Natasha ke tempat kelahiran hingga lokasi pembunuhan presiden yang anti perbudakan itu.

Baca Juga:Suguhkan Festival Digital Entertainment LifestyleUbah Pola Asuh Pada Anak

Pada tahun berikutnya, Natasha seperti haus untuk mengerjakan semuanya. Dia belajar menulis, melukis, menjadi sutradara lagi, akting, hingga menjadi produser. Bahkan, dia pun berlatih menyanyi. Latihan tersebut dia buktikan dengan membuat film Tears of Ghost pada 2015. ”Aku jadi pemeran utama, produser, coloring, soundtrack, sutradara, dan editor. Ini semacam praktik langsung,” ungkap Natasha yang memilih homeschooling.

Film itu diikutkan dalam berbagai festival di luar negeri. Total ada 50 penghargaan yang dia dapatkan dari berbagai festival film tersebut. Misalnya American Movie Award, IIFA di Los Angeles, dan juara umum di sebuah festival film di Amsterdam, Belanda. Di IIFA dia mendapatkan tiga penghargaan sekaligus, yakni emas untuk sutradara, pemeran utama, dan editor.

Di tengah-tengah asyik bercerita, Natasha melihat Damien sedang mengambil sarapan di restoran hotel. Dia tidak bisa memungkiri bahwa capaian yang didapatkan selama ini memang buah dari sang ayah. Natasha menolak dengan halus saat diajak membahas sosok sang ibu. (*/c9/oki/rie)

0 Komentar