Cara Dokter Yusri Mempercepat Kesembuhan Pasien lewat Musik Pop Jazz

Cara Dokter Yusri Mempercepat Kesembuhan Pasien lewat Musik Pop Jazz
MIFTAHULHAYAT/JAWA POS
PENGOBATAN UNIK: Dr Yusri Dinuth mendengarkan lagu kesukaan pasiennya saat berada di Rumah Sakit Marinir, Jakarta, Rabu (23/11/2016).
0 Komentar

”Saya memang ngotot dengan metode saya ini. Sudah banyak pasien saya sebelumnya yang merasa lebih tenang setelah mendengar lagu-lagu yang easy listening saat menjalani perawatan,” tutur Yusri.

”Kalau metode ini tidak disetujui saat itu, saya sudah ancang-ancang milih mundur saja,” tambah dokter yang masih lajang tersebut.

Sebelum pindah ke RS Marinir Cilandak, Yusri mengabdi di RS Jogja International Hospital (JIH), Jogjakarta. Di RS itu Yusri juga menerapkan metode music as healing. Hasilnya, pasien merasa lebih tenang dan nyaman setelah mendengarkan banyak lagu yang diperdengarkan via speaker di ruangan pasien.

Baca Juga:Jabar Jadi Contoh Sistem E-Goverment1,5 Juta Pemilih Terancam Kehilangan Hak

Yusri menuturkan, musik sekilas memang tidak memiliki hubungan dengan dunia kedokteran. Bukan juga treatment utama agar pasien bisa sembuh seperti obat-obatan. Tapi, musik bisa menjadi pendukung untuk membantu penyembuhan. Ada sugesti kebahagiaan yang disalurkan melalui musik.

”Suasana bahagia ini sangat penting dalam masa penyembuhan pasien,” kata dokter yang senang bermusik dan pernah menguji kemahirannya bernyanyi lewat ajang pencarian bakat The Voice Indonesia sesi 1 itu.

Yusri bercerita, sejumlah pasiennya mengalami kesulitan tidur karena didera rasa nyeri seusai operasi atau tertekan secara psikis. Namun, mereka akhirnya bisa tidur nyenyak setelah beberapa kali mendengarkan lagu-lagu kesenangannya. Baik melalui speaker di ruangan maupun lewat headset yang dipasangkan sang dokter gaul itu.

”(Metode) ini mungkin sepele. Tapi, musik memang bisa membuat pasien bisa rileks. Jadi, saya tak perlu lagi membantu mereka dengan memberikan obat tidur,” ujarnya.

Selain memperdengarkan musik lewat speaker di ruang inap, dokter bernama lengkap M. Arsyad Jussri Widjaya Tianotak itu  meminta pasien mendengarkan musik melalui headset di telinga pasien pada setiap visit. Hanya, lagu yang diputar sesuai request pasien.

Misalnya, ketika Yusri mengunjungi Poni Wantiye, 52, pasien neuropati diabetic (kerusakan saraf sebagai komplikasi serius akibat diabetes) di Paviliun Gardenia, Rabu (23/11). Kepada dokter muda itu, Poni mengeluhkan kondisinya pasca menjalani operasi. Dia merasakan nyeri di bagian yang bekas dibedah. Tekanan darah Poni juga sempat tinggi, mencapai 150-90. Karena itulah, Poni menyatakan keinginannya untuk bisa segera pulang. ”Itu karena Ibu banyak pikiran. Hayoo mikirin apa?” tanya Yusri sambil bercanda.

0 Komentar