Tiga Kali Longsor, Empat Tewas

evakuasi-korban-longsor-kolmas-lembang
FAJRI ACHMAD NF / BANDUNG EKSPRES
EVAKUASI KORBAN: Petugas BPBD Kabupaten Bandung Barat dan dibantu Dinas Pemadam Kebaran mencoba mengevakuasi kendaraan roda empat yang tertimbun longsor di Kampung Bongkor Karat, Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (15/11). Kejadian terjadi pada Minggu (13/11) malam dan diduga menelan empat korban jiwa.
0 Komentar

‪Disinggung soal warga yang belum mengetahui perihal surat edaran, dikatakan Hendres, surat sudah disampaikan kepada seluruh RW, kepala desa, camat, polsek dan koramil. ”Sosialisasi sudah kita sampaikan termasuk kepada warga. Sirine juga sudah kita jalankan, karena kondisi waduk masih limpas, dan masih dimonitor 24 jam oleh petugas kami,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, beragam bencana terjadi di penjuru Indonesia. Tahun ini, jumlah bencana bahkan yang terbanyak dalam 10 tahun terakhir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga 11 November, sebanyak 1.985 bencana terjadi di tanah air.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, bencana yang paling sering terjadi di Indonesia adalah banjir. Yakni, 659 kejadian atau 33 persen dari total bencana alam. Disusul longsor dengan 485 kejadian, serta kombinasi banjir longsor sebanyak 53 kali. Jika ditotal, 64 persen dari bencana di Indonesia merupakan bencana air.

Baca Juga:Antisipasi Ancaman Teror Bom, Jaga Ketat Tempat IbadahPresiden Ingin Keamanan Terjaga

’’Bencana yang paling mematikan adalah longsor dengan korban tewas 161 jiwa. Banjir menyebabkan 136 jiwa tewas. Sedangkan kombinasi banjir dan longsor mengakibatkan 46 korban tewas,’’ kata Sutopo.

Sutopo mengingatkan, fenomena La Nina dan Dipole Mode negatif menyebabkan sebaran daerah rawan bencana lebih luas. Misalnya, Bandung yang secara beruntun mengalami bencana. Ibukota Jawa Barat itu dikepung banjir dalam beberapa hari terakhir. Selain drainase kota yang buruk, banjir di Bandung juga dipicu hujan beritensitas tinggi.

Untuk menghadapi bencana air, pemerintah mengumpulkan delapan kementerian dalam Gerakan Nasional kemitraan Penyelamatan Air (GN-KPA). Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, program yang dicanangkan pada 2005 itu disiapkan untuk menghadapi ancaman kelangkaan air. Namun, seiring waktu berjalan, masalah drainase dan lingkungan yang tak mampu menampung aliran air saat kondisi ekstrim pun menjadi masalah besar bagi Indonesia. (drx/rie)

0 Komentar