Hari Kesepuluh Pencarian Longsor Pasirlangu, Tim SAR Temukan Dua Bodypack

Hari Kesepuluh Pencarian Longsor Pasirlangu, Tim SAR Temukan Dua Bodypack
Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Tim SAR Gabungan kembali menemukan dua bodypack korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada hari kesepuluh operasi pencarian, Senin (2/2/2026). Hingga pukul 10.00 WIB, total 78 bodypack telah berhasil dievakuasi dari lokasi bencana.

Sementara itu, proses identifikasi korban oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri masih terus berjalan. Berdasarkan data per Minggu (1/2/2026) pukul 16.00 WIB, sebanyak 61 korban telah teridentifikasi dari 77 bodypack yang sebelumnya dievakuasi, sedangkan 16 bodypack lainnya masih dalam proses identifikasi.

Safety Officer Basarnas Bandung, Agung Supriyanto, mengatakan operasi pencarian pada hari kesepuluh tetap difokuskan pada sektor-sektor prioritas.

Baca Juga:Pembusukan Jenazah Jadi Kendala, DVI Polda Jabar Masih Identifikasi 17 Korban Longsor PasirlanguTotal Korban Longsor Pasirlangu Jadi 74, Empat Kantong Jenazah Ditemukan di Hari Ke-9

“Untuk hari kesepuluh operasi SAR kali ini, kami fokus melakukan pencarian di sektor A1 dan B1 serta diperluas ke sektor C,” kata Agung saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, metode pencarian dilakukan dengan penyisiran dari sektor A1 bagian bawah menuju B1 bagian atas, kemudian dilanjutkan dari A1 bawah ke sektor C. Dalam operasi tersebut, Tim SAR Gabungan mengerahkan sekitar 3.675 personel, 17 unit excavator, serta 22 ekor anjing pelacak (K9).

“Metode penyisiran dilakukan dari A1 bawah ke B1 atas, kemudian dilanjutkan ke sektor C agar area pencarian bisa lebih maksimal,” ujarnya.

Menurut Agung, kondisi cuaca yang cukup cerah pada hari ini diharapkan dapat mendukung proses pencarian korban.

Alhamdulillah, cuaca hari ini cukup cerah. Mudah-mudahan ini bisa mengoptimalkan proses pencarian korban,” ucapnya.

Meski demikian, ia menegaskan seluruh personel tetap diminta mengedepankan aspek keselamatan karena kondisi medan masih labil dan jenazah korban telah mengalami dekomposisi.

“Kami mewajibkan seluruh petugas menggunakan APD lengkap, seperti hazmat, masker, dan sarung tangan panjang. Selain itu, sebelum diterjunkan ke lapangan, seluruh personel juga wajib disuntik vaksin tetanus,” tandasnya. (Wit)

0 Komentar