Detik-Detik Penentuan Presiden Baru AS di Times Square

as
SOFYAN HENDRA/JAWA POS
TAK SEUSAI EKSPEKTASI: Jennifer (kiri) di Times Square, New York, Rabu (9/11) dini hari waktu setempat. Dia mendukung Hillary Clinton.
0 Komentar

Pada awal penghitungan, Clinton langsung tertinggal oleh Trump. Namun, pendukung Clinton tetap antusias meneriakkan nama sang capres. Pekikan mereka bergema bersaing dengan para penghibur yang beraksi. Mulai memainkan sulap hingga berfoto bersama perempuan tanpa busana dengan kulit bercat bendera Amerika.

Stasiun televisi ABC yang membuat studio mini di situ dan menayangkan hasil perhitungan suara secara nasional dan per negara bagian membuat suasana tambah tegang. Bilboard elektronik di atas Hard Rock Cafe menampilkan update penghitungan suara. Semua mata pun tertuju ke billboard tersebut. Dengan sabar warga mengikuti hasil penghitungan state demi state.

Beberapa pengunjung secara bergantian mendekat ke studio mini ABC untuk melihat tayangan televisi nasional AS itu. Mayoritas pendukung Clinton. Kru ABC pun sulit mencari pendukung Trump yang ingin terlibat dalam acara tersebut.

Baca Juga:Anggaran BPBD MinimBandung Raya Menunggu Kinerja RAM IP

Sorak sorai meledak begitu negara-negara bagian seperti Illinois (20 electoral votes) dan New York (29 electoral votes) yang memang basis Clinton mengumumkan hasilnya. Clinton menang telak. Namun, suasana berubah drastis menjadi sunyi begitu Trump mendapatkan suara-suara di battleground. Pertama, Trump merebut Ohio. ”Oh no. Ini sulit dipercaya,” gumam beberapa New Yorker.

Kepanikan mulai menggantung di udara.

Menjelang tengah malam, tepatnya pukul 23.31 waktu setempat, Florida dipastikan memberikan votes untuk Trump. Seluruh Times Square terdiam. Beberapa warga menunduk. Merapatkan jaket dengan wajah-wajah cemas di udara yang semakin dingin.

Jatuhnya Florida ke tangan Trump membuat para pendukung Clinton shock. Sebab, di negara bagian dengan 29 electoral votes itu Clinton berharap mendapat banyak dukungan dari warga Hispanik, etnis yang telah dihina Trump. Keunggulan tipis Trump di sana telah membuat peluang Clinton makin sempit.

Tepat tengah malam, Trump unggul dengan 244-209. Dari arah Broadway, puluhan pendukung Trump mulai berdatangan. Mereka membawa poster dari kardus seadanya. Bunyi poster itu, antara lain, ”Trump, Trump, Trump, He Is Our Man” dan ”Love USA Forever”.

”Ini hari yang baru. Hari untuk Amerika yang baru,” teriak George, salah seorang pembawa poster. Kedatangan mereka sempat menimbulkan adu mulut dengan pendukung Clinton. Namun, tidak sampai terjadi adu fisik.

0 Komentar