Upaya Tim UBB Menjaga Terumbu Karang di Laut Bangka

Upaya Tim UBB Menjaga Terumbu Karang di Laut Bangka
KHAFIDLUL ULUM/JAWA POS
PEJUANG LINGKUNGAN: Dari kiri, Khoirul Amrillah, Rama Supanji, Indra Ambalika, dan Martin Yuda saat mengeksplorasi Pantai Turun Aban, Bangka
0 Komentar

Menurut Indra Ambalika, sosialisasi hasil penelitian soal kondisi terumbu karang yang rusak itu diperlukan agar masyarakat juga tergerak untuk menjaga kelestarian alam bawah laut. Sosialisasi tersebut lalu dilanjutkan dengan tindakan nyata, yakni melakukan transplantasi terumbu karang di 50 titik di bawah laut. Setiap titik dijatah dua terumbu karang.

”Titik-titik transplantasi itu menyebar di 60 lokasi di seluruh Kabupaten Bangka. Bukan hanya di Pantai Turun Aban,” jelas dosen Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan UBB itu.

Indra menyatakan, kerusakan terumbu karang disebabkan penambangan timah di dalam laut. Baik yang dilakukan perusahaan milik pemerintah, swasta, maupun masyarakat umum.

Baca Juga:Diketahui Jadi Penyebab Banjir Pasteur, Emil Bongkar Beton HotelKompetisi-Inovasi Obat Mujarab Perbaikan

Banyak kapal tambang yang beroperasi. Ada yang mengeruk, ada pula yang menyedot material laut. Material itu kemudian dicuci. Selanjutnya, dipisahkan unsur timah, pasir, dan tanahnya. Pasir dan tanah lalu dibuang lagi ke laut, sedangkan timah diambil. Karena itu, limbah tambang tersebut mencemari laut. Terumbu karang yang terkena limbah akhirnya mati.

”Secara alamiah, terumbu tidak bisa hidup berdampingan dengaan lumpur,” jelas suami Siti Aqisah tersebut.

Karena prihatin dengan kondisi itu, Indra lalu tergerak untuk melakukan langkah konkret. Langkah pertama, dia menyurvei kondisi terumbu karang di beberapa pantai di Bangka. Di antaranya, Pantai Karang Batu Putih, Karang Kering Bedukang, Karang Melantut Rebo, Turun Aban, dan Pantai Tungau.

Awalnya, dia belum punya alat sendiri untuk menyelam sehingga harus meminjam ke Dinas Kelautan Provinsi Bangka-Belitung. Hasil dari survei itu lalu dia publikasikan ke media lokal agar mendapat perhatian pihak-pihak terkait.

”Baru setelah itu saya membentuk tim eksplorasi terumbu karang yang terdiri atas para dosen dan mahasiswa,” papar ayah dua anak itu.

Pada 2009, tim UBB mulai melakukan transplantasi terumbu yang rusak dan nyaris mati. Mereka terjun ke laut untuk mencari terumbu yang masih hidup buat bibit transplantasi. Mereka lalu membuat balok beton segi empat sebagai media tanam. Paku ditancapkan pada balok itu. Selanjutnya, terumbu karang transplan diikat pada paku yang tertancap di balok beton. Ada 25 balok beton yang digunakan untuk transplantasi. Balok beton itu lantas ditanam di Pantai Turun Aban sebagai lokasi pertama transplantasi.

0 Komentar