Upaya Tim UBB Menjaga Terumbu Karang di Laut Bangka

Upaya Tim UBB Menjaga Terumbu Karang di Laut Bangka
KHAFIDLUL ULUM/JAWA POS
PEJUANG LINGKUNGAN: Dari kiri, Khoirul Amrillah, Rama Supanji, Indra Ambalika, dan Martin Yuda saat mengeksplorasi Pantai Turun Aban, Bangka
0 Komentar

Beberapa minggu kemudian tim terjun lagi ke laut untuk mengecek hasil transplantasi. Ternyata, hasilnya menggembirakan. Sebanyak 95 persen terumbu karang yang ditanam kembali tumbuh.

Namun, pada tahun berikutnya, Indra cs kaget. Mereka mendapati terumbu karang hasil transplantasi rusak dan mati semua. Usut punya usut, ternyata karang itu tertutup lumpur limbah tambang timah di laut.

Tim Eksplorasi UBB tidak menyerah. Mereka kemudian melakukan transplantasi lagi di lokasi yang sama. Mereka menggunakan balok yang lebih tebal. Berat satu beton mencapai 30 kilogram.

Baca Juga:Diketahui Jadi Penyebab Banjir Pasteur, Emil Bongkar Beton HotelKompetisi-Inovasi Obat Mujarab Perbaikan

Pada Oktober 2010, semua karang hasil transplantasi hidup. Kondisinya cukup bagus. Terumbu bercabang. Namun, tahun berikutnya, 2011, kondisinya kembali mengecewakan. Terumbu hasil transplantasi rusak lagi terkena lumpur tambang. Kesabaran tim pun betul-betul diuji.

Tak ingin mental tim drop, Indra terus menyemangati anggota timnya. Mereka kembali melakukan transplantasi. Tempat yang dipilih adalah Pantai Karang Kering Rebo. Kali ini, panjang balok beton yang digunakan sekitar 1 meter.

Satu balok ditanami 4 karang transplan. Saat itu tim mengajak 20 siswa dari empat SMA. Setiap balok ditulisi nama siswa yang ikut menanam. ”Siswa kami ajak sebagai sarana pendidikan bagi mereka. Kami ingin menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan dalam laut,” papar alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB) itu. (*/c11/c5/ari/rie)

 

0 Komentar