Kriminalitas Tinggi, Ngopi pun Dikawal Bodyguard

venezuela-ktt
JAWA POS PHOTO
DIJAGA KETAT: Jawa Pos bersama dua personel pasukan khusus pengamanpresiden Venezuela. Selama KTT, pasukan khusus dikerahkan untuk keamanan.
0 Komentar

Pengawalan juga diberikan saat menukar uang di loket money changer. Nilai tukar USD 1 setara dengan 630 bolivar. Jadi, USD 100 bisa mendapat 63 ribu bolivar. Namun, pecahan terbesar mata uang bolivar hanya 100. Karena itu, selembar USD 100 langsung berubah menjadi bergepok-gepok duit ketika ditukar dengan bolivar. Saking banyaknya tumpukan uang, para penukar dolar Amerika harus membawa ransel. ”Usahakan jangan sampai terlihat kalau habis menukar uang. Biar tidak mengundang penjahat,” ingat Rizki Trisna, staf KBRI lainnya.

Proses tukar uang juga ribet. Harus membawa paspor dan difoto. Di Indonesia, mirip tahap pembuatan e-KTP.

Amir Fauzi, staf lokal KBRI, punya pengalaman menegangkan saat kali pertama tinggal di Caracas. Waktu itu dia memilih tinggal di sebuah apartemen di pusat Kota Caracas. ”Waktu itu saya tinggal di sana agar dekat dengan kantor,” katanya. Ternyata, lokasi apartemennya termasuk daerah rawan kriminalitas. Suatu ketika, saat baru pulang dari kantor, Amir dicegat seorang pria Venezuela bertampang sangar. Tanpa basa-basi, pria itu meminta Amir menyerahkan seluruh uang. ”Dia mengancam saya dengan senjata api yang ada di sakunya,” kenangnya.

Baca Juga:Bom pun Mendadak Tak Jadi MeledakJessica Iskandar Iklas Jadi Teman Bobok Bareng

Amir tak berdaya. Dia hanya diam ketika uang USD 10 miliknya dirampas. ”Sejak itu, saya selalu berhati-hati setiap berjalan sendirian di jalanan Caracas,” ujar pria yang sudah lima tahun tinggal di Venezuela tersebut.

Pengalaman serupa pernah dirasakan beberapa staf KBRI lain. Para penjahat jalanan di Venezuela memang nekat. Bahkan, mobil resmi KBRI pernah dirampok. Saat itu, tutur Amir, mobil KBRI sedang melaju pelan di jalanan Caracas. Tiba-tiba tiga motor datang. Dua motor memepet mobil dari kiri dan kanan. Satu lagi menghadang di depan mobil. Salah seorang penjahat langsung menodongkan pistol ke arah sopir. ”Gagang pistol dipukul-pukulkan ke kaca mobil,” ujarnya. Waktu itu mobil tersebut hanya dikendarai dua staf KBRI. ”Para perampok itu merampas semua handphone yang ada di mobil,” paparnya.

Venezuela memang sedang jatuh. Kemiskinan membuat angka kriminalitas meningkat tajam. Caracas, ibu kota Venezuela, bahkan disebut sebagai salah satu kota dengan angka pembunuhan tertinggi di dunia.

0 Komentar