Lebih jauh, vaksin palsu tersebut mengandung kandungan garam, yaitu NaCl. Kandungan NaCL biasanya terdapat pada cairan inpus Asering, KN-EN 4A dan KN-EN 4B. Khusus KN-EN 4B, diperuntukkan untuk anak di bawah tiga tahun.
Di tempat yang sama, Kepala Divisi Penjualan Dalam Negeri Drajat Alamsyah mengatakan, adanya permintaan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriawan soal tender ulang vaksin, pihaknya menyerahkan kepada pemerintah pusat.
”Bagaimana keputusannya diserahkan kembali kepada pusat, pihak kami akan ikut melaksanakan,” ucapnya.
Baca Juga:Persib vs Persija: Duel Panas Musuh BubuyutanRenovasi Lini Pertahanan, Basna Siap Tampil 100 Persen
Dia mengatakan, distributor resmi Bio Farma hanya ada empat. Di antaranya PT Rajawali Nusindo, PT Indofarma Global Medika, PT Sagi Capri dan PT Merapi. Diakui olehnya, Indonesia merupakan satu-satunya pabrik vaksin di Asia Tenggara yang berstandar dunia.
Sementara itu, Bareskrim Polri melalui Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus terus mengembangka kasus vaksin palsu. Jumlah tersangka pun terus bertambah. Saat ini total ada 23 tersangka.
”Total ada 23 tersangka dari sebelumnya 20. Itu terdiri dari beberapa peran yakni produsen enam, pendistribusi ada sembilan, pengumpul botol dua, pencetak label satu, budan dua dan tiga dokter,” beber Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Brigjen Agung Setya, kemarin (15/7).
Penambahkan ini setelah penyidik memeriksa dua bidan dan satu dokter pada Kamis (14/7) lalu. Setelah menemukan alat bukti yang cukup sehingga dilakukan penetapan tersangka.
”Sejauh ini pemberkasan masih berjalan, pemeriksaan juga terus kami usahakan segera rampung,” timpal dia.
Dia menambahkan juga, guna memudahkan pembuktian di pengadilan nanti, penyidik menambah berkas perkara satu lagi menjadi empat.
”Awalnya tiga berkas di kasus ini, tapi dirasa kurang sehingga kami tambah satu menjadi empat. Total saksi di kasus ini sudah ada 40,” jelas jenderal bintang satu ini.
Baca Juga:Ajang Reuni PemainArtika Sari Devi Napak Tilas Keluarga
Sebelumnya diketahui, Bareskrim sudah mengidentifikasi total ada 14 rumah sakit yang menggunakan vaksin palsu. Selain itu ada 197 bayi juga terpapar vaksin palsu. (nit/elf/JPG/rie)
