oleh

Dua Anggota Santoso Ditangkap

’’Mereka terbagi menjadi beberapa kelompok, itu strategi mereka. Namun mereka sudah semakin terjepit,’’ ungkapnya.

Lebih lanjut Badrodin menegaskan, operasi Tinombala 2016 efektif hingga bulan Mei ini. Dalam operasi tersebut, petugas gabungan akan terus melakukan pengepungan terhadap jaringan teroris ini. Mereka akan mengalami kesulitan dalam hal bahan makanan, sehingga salah satu indikasinya turun ke kampung. Diperkirakan jumlahnya kini semakin sedikit sekitar tinggal 27 orang dari 29.

’’Saat ini, selain kesulitan makanan mereka juga sudah terjepit. Karena petugas gabungan terus melakukan pengejaran dan mempersempit ruang gerak mereka,’’ pungkasnya.

Sementara itu, di tempat berbeda Kapolda Sulteng, Brigjen Rudy Sufahriadi mengatakan, dua orang yang diamankan terakhir oleh petugas, diharap bisa menguak keberadaan Santoso dan informasi-informasi penting lainnya.

Meski sudah diamankan sejak Kamis lalu, namun polisi belum bisa menggali informasi mendalam dari kedua orang tersebut. Pihak kepolisian, masih melakukan pemulihan terhadap kondisi kedua anggota Santoso, yang diperkirakan mengalami kekurangan gizi. ”Mereka masih kita recovery (pemulihan) dulu. Nanti kalau sudah pulih benar, baru kita lakukan pemeriksaan,” terang Rudy.

Memang saat diamankan petugas di wilayah Padalembara, Poso Pesisir Selatan, kedua pelaku dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, karena kelaparan. Disinggung terkait, ditemukannya dua anggota Santoso tersebut, di luar fokus pencarian aparat gabungan saat ini di wilayah Napu, Rudy mengakui memang, anggota kelompok Santoso ini memang memecah menjadi beberapa kelompok kecil. ”Karena terpecah, tetap kita cari dan dalami di mana saja kelompok-kelompok ini berada,” sebut Rudy.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.