SMRC: Kepuasan Terhadap Jokowi Kembali seperti Dilantik

BPK-JOKOWI
RAKA DENNY/JAWAPOS
RS SUMBER WARAS: Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Menko Perekonomian Darmin Nasution menerima pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan Harry Azhar Aziz di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (14/4) lalu. Pimpinan BPK menemui Presiden untuk melaporkan hasil audit laporan keuangan semester II tahun 2015 dan melaporkan kasus RS Sumber Waras
0 Komentar

Pengalaman tersebut, lanjutnya, pernah dirasakan presiden SBY pada tahun 2008. Di mana harga minyak dunia tinggi, memaksa SBY menaikkan harga BBM yang membuat kepercayaan merosot drastis. ”Beruntung 2009 harga minyak dunia turun, sehingga SBY bisa menurunkan kembali harga minyak,” tuturnya.

Persoalan kedua yang harus diwaspadai adalah stabilitas politik. Keberhasilan Jokowi menggandeng musuh-musuh politiknya memang membuat stabilitas politik nasional terjaga. Namun jika ditarik ke belakang, koalisi ramping merupakan janji Jokowi. “Ini memudahkan lawan politiknya di 2019 nanti untuk menyudutkannya,” terangnya.

Ketiga terkait BPJS. Menurutnya, rendahnya iuran saat ini tidak akan mencukupi kebutuhan anggaran. Apalagi, diprediksi pengguna BPJS ke depannya akan semakin banyak dan membuat anggaran semakin bengkak. Sehingga, Marcus mempresiksi, BPJS akan menjadi persoalan serius dalam beberapa tahun ke depan.

Baca Juga:Mereka Pemenang Fun Walk 2016 Bersama Luwak White KoffieYuni Shara Bantah Nikah Siri

Terakhir yang menyangkut infrastruktur. Meski banyak infrastruktur yang dibangun, namun mayoritas baru pada tahapan peluncuran. Bahkan tidak sedikit di antaranya yang terkendala pembebasan tanah. Sehingga diprediksi, akan banyak proyek yang belum selesai pengerjaannya hingga tahun 2018 mendatang.

”Ini yang akan ditagih masyarakat. Ini cukup berisiko juga,” kata pria berkebangsaan Australia tersebut. Terlebih, keuntungan ekonomi dari pembangunan yang banyak dilakukan di luar Jawa itu tidak dirasakan diwaktu yang cepat. (far/kim/rie)

0 Komentar