Pengusaha Ancang-ancang Tinggalkan Kabupaten Bandung

Tenun Sutra
AMRI RACHMAN DZULFIKRI/BANDUNG EKSPRESSELESAIKAN TENUN: Perajin menyelesaikan tenun bermotif berbahan benang sutra di Kampung Sayang, Desa Rancatungku, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, Selasa (15/3). Dalam sehari, seorang perajin bisa menyelesaikan hingga 80 sentiemeter kain tenun untuk diditribusikan ke ke Garut, Medan, dan Jakarta dengan harga Rp 650.000 per 2,5 meter.
0 Komentar

”Kalau nanti banjir terjadi terus menerus, ekspornya yang menjadi penghela menjadi berkurang. Investasi kita di bidang industri, yang seharusnya menjadi penghela pada 2016, juga bisa berkurang,” ujarnya.

Kepala Kantor Perwakilan BI Jabar Rosmaya Hadi menuturkan, penanganan banjir di kawasan Bandung selatan harus dilakukan secara menyeluruh. Terlebih ekses dari banjir tersebut pada kelanjutannya akan mempengaruhi perekonomian.

”Masalah banjir tidak bisa disikapi secara parsial, kita harus petakan. Ini kenapa banjir kok bisa langganan begitu? Untuk jangka pendek, kita bisa membantu melalui program sosial, tetapi itu tidak menyelesaikan persoalan,” paparnya.

Baca Juga:Pemkab Harus Jeli Bedakan Kontraktor dengan CaloGuru PAUD Cimahi Tuntut Kesejahteraan dan Perhatian Pemerintah

Dia menuturkan bencana banjir tidak hanya bisa berdampak pada pelaku industri bersangkutan, jika tidak kunjung tertangani, banjir juga akan berdampak terhadap stabilitas sistem keuangan dan lebih-lebih pada pertumbuhan ekonomi.

”Larinya adalah ketika suatu industri kemudian bermasalah, misalnya banjir, profit jadi berkurang. Padahal pelaku industri harus membayar kredit ke perbankan. Bisa seperti itu,” ungkapnya. (adr/bbs/rie)

0 Komentar