Australia Keluarkan Travel Advisory , Polda Jabar Gelar Simulasi Penanganan Teroris

simulasi anti terorisme
POS HANCUR: Salah satu pos polisi tampak hancur karena ledakan dalam simulasi penanganan teroris di Mapolda Jawa Barat, kemarin (25/2). Di bagian lain, pihak pemerintah Australia kembali mengeluarkan travel advisory untuk Indonesia karena tingginya tingkat terorisme di beberapa daerah di Indonesia
0 Komentar

Sementara itu, Pakar Hubungan Luar Negeri Evi Fitriani mengatakan, langkah yang dilakukan oleh Australia tak perlu ditakutkan. Menurutnya, peringatan itu adalah sikap tipikal dari Australia kepada Indonesia. Sebab, otoritas Australia melihat Indonesia sebagai negara yang masih rawan secara keamanan dengan hostoris terorisme.

’’Sewaktu saya belajar disana Indonesia hanya satu level di bawah Afganistan. Bahkan, saat saya ingin melakukan praktik di sana, susah sekali karena tidak ada asuransi yang mau mengcover. Dan itu sudah dilakukan selama satu dekade ini,’’ jelasnya.

Dia pun meminta agar masyarakat Indonesia tidak menjadi panik terhadap kabar tersebut. Pasalnya, hal tersebut memang upaya standar yang dilakukan oleh Australia. ’’Di sisi lain, pemerintah pasti tetap siaga terhadap indikasi tersebut. Saya yakin komunikasi intelejen Australia-Indonesia terus terjalin,’’ ujarnya.

Baca Juga:49 CEO Sepakbola Tandatangani Deklarasi, Kompetisi Bisa Langsung Kembali ke ISLSesalkan Komunikasi Politik Wali Kota, Cuit di Medsos Pancing Kegaduhan

Pada kesempatan lain, Polri memberikan jaminan keamanan di Indonesia. Karopenmas Divhumas Mabes Polri Brigjen Agus Rianto menjelaskan bahwa semua pihak saat ini bisa melihat bagaimana kondisi keamanan di Indonesia. ”Semua orang bisa melakukan aktivitasnya dengan nyaman dan aman kok,” jelasnya.

Bahkan, setiap lembaga negara saling bersinergi untuk menanggulangi ancaman aksi terorisme. Buktinya, saat aksi teror Thamrin itu bisa ditangani dengan begitu cepat. ”Kami berupaya untuk memenuhi aspirasi masyarakat untuk bsia mencegah aksi teror,” ujarnya.

Untuk Jakarta, Bali dan Lombok yang disebut harus diwaspadai, dia menuturkan semua daerah di Indonesia telah dijaga keamanannya. Masyarakat internasional bisa mengunjungi ketiga kota tersebut tanpa perlu khawatir. ”Masyarakat di tiga kota itu beraktivitas seperti biasa kok,” ujarnya.

Namun begitu, bila memang ada informasi terkait ancaman teror, tentunya Polri menganggapnya sebagai bahan masukan. Sehingga, bisa dilakukan pencegahan lebih dini lagi pada aksi teror. ”Kami mau bekerjasama dengan negara manapun untuk saling membagi informasi,” tuturnya.

Apakah mungkin untuk bisa saling belajar mengetahui ancaman lebih awal? Dia menjelaskan, Indonesia dan Australia sudah memiliki kerjasama tersebut. Tapi, kalau memang perlu ditingkatkan, tentu akan dibahas kembali.”Indonesia bisa belajar ke sana dan sebaliknya,” paparnya.

0 Komentar