Sungai Citarum Meluap, Tanggul Jebol Rendam Rumah di Tiga Kompleks

banjir
TIMPA MOBIL: Seorang warga di antara puing-puing tanggul yang jebol di Perumahan Bumi Orange, Kabupaten Bandung kemarin (23/2). Akibat kejadian tersebut, ratusan rumah di tiga perumahan terendam banjir.
0 Komentar

Dia merasa prihatin dengan menumpuknya sampah yang tertahan di mulut jembatan. Sehingga mengakibatkan air sungai meluap ke permukaan jalan.

Di bagian lain, jalan kabupaten yang menghubungkan enam desa antara Desa Rancapanggung-Cikadu, Rancasenggang, Wangun Sari, Buninggalih, dan Bunigara di dua kecamatan yakni Cililin dan Sindangkerta Kabupaten Bandung Barat terputus akses jalan akibat longsor dari tebing setinggi 15 meter yang menutup jalan di Kampung Bonceret RT1/ RW 10 Desa Rancapanggung Kecamatan Cililin.

Informasi yang dihimpun, longsoran tanah tersebut turun pada Selasa (23/2) sekitar pukul 03.00. Tanah tersebut longsor dari bukit pajaratan setelah diguyur hujan sejak Senin (22/2) pukul 18.00 WIB hingga dini hari. Bahkan, selain menutup jalan, longsoran tanah juga memutuskan kabel listrik serta merobohkan satu tiang listrik.

Baca Juga:SMA 1 Bina Bakti Bandung Menangi Honda DBL West Java Series 2016 – East RegionRaisa Rekaman Album Ketiga

Longsoran tanah telah menimbun seluruh badan jalan dengan ketinggian sekitar 3 meter dengan panjang sekitar 20 meter. Akibatnya, aktivitas warga dari enam desa yang biasa melewati jalan itu pun terganggu. Warga dengan kendaraan baik roda dua ataupun roda empat yang biasanya hanya menempuh jarak sekitar 1-2 kilometer ke jalan raya Cililin, kini harus memutar arah ke jalan Cimalaka dengan jarak sekitar 10 kilometer.

M Nuh Kosim, 70, warga Rancapanggung menuturkan, longsoran tanah tersebut turun setelah diguyur hujan sejak Senin. Setelah diketahui longsoran tanah tersebut menutup jalan, warga langsung melaporkan kepada desa setempat.

”Terpaksa aktivitas warga di enam desa yang biasanya melalui jalur ini harus memutar ke Jalan Cimalaka,” kata Kosim kepada wartawan ditemui di lokasi.

Dia berharap, akses jalan ini secepatnya bisa dibuka kembali agar masyarakat Cililin yang akan menuju Sindangkerta bisa melalui jalur alternatif ini. Begitu sebaliknya dari Sindangkerta-Cililin bisa lancar dan normal seperti biasanya. ”Memang warga lebih memilih jalan ini sebagai jalur alternatif. Karena lebih dekat dan cepat,” katanya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Desa Rancapanggung Dani Tohar menambahkan, akses jalan yang menghubungkan dua kecamatan ini saat ini terputus. Warga terpaksa harus memutar terlebih dahulu sambil menunggu akses jalan bisa dibuka dengan menggunakan alat berat yang sudah datang. ”Warga diminta bersabar sambil menunggu proses evakuasi longsoran tanah berlangsung,” ujarnya.

0 Komentar