Riantini mengungkapkan, pihaknya belum menerima laporan mengenai perkembangan virus zika dan korbannya di Kabupaten Bandung. Virus ini biasanya menyerang ibu hamil dan dampaknya terlihat saat bayinya dilahirkan dengan ukuran otak yang lebih kecil dari bayi normal, atau disebut mikrosefalus. Dari 31 kecamatan di Kabupaten Bandung, katanya, hanya satu yang bebas DBD, yaitu Kecamatan Rancabali, 23 di antaranya merupakan kawasan endemis DBD, dan 7 lainnya secara sporadis terjadi kasus DBD.
”Meskipun sampai saat ini belum ada kabar yan mendapatkan virus tersebut, kewaspadaan DBD sekaligus virus Zika ini diberlakukan di seluruh kecamatan. Belum ada kajian kalau virus ini bisa menyebar melalui manusia, namun, pengawasan kesehatan terhadap orang yang baru pulang dari luar negeri tetap harus dilakukan. (gun/yul/rie)
