Desa Patengan Miliki Kampung Adat

[tie_list type=”minus”]Lokasi Wisata Baru Kabupaten Bandung[/tie_list]
bandungekspres.co.id– Destinasi Kampung Adat Desa Patengan merupakan wisata baru yang ada di Kabupaten Bandung. Kampung tersebut berada di area perkebunan Rancabali Bandung Selatan.

IGUN RUCHIYAT/BANDUNG EKSPRES LOMPAT GALAH : Para siswa AMA Sumbangsih mengikuti lompat galah yang disuguhkan panitia Kampung Adat Patengan, kemarin (8/1)
IGUN RUCHIYAT/BANDUNG EKSPRES

LOMPAT GALAH : Para siswa AMA Sumbangsih mengikuti lompat galah yang disuguhkan panitia Kampung Adat Patengan, kemarin (8/1)

Kepala Desa Patengan Asep Kurniadi menjelaskan, impian terwujudnya Kampung Adat itu sudah ada sejak dulu. Sehingga ketika kampung ini benar-benar ada, kades yang satu ini merasa bangga.
”Ya sejak dulu kampung adat ini saya sempat impikan. Kami sebagai warga perkebunan mempunyai tradisi adat. Di antaranya home stay, kebun makan bersama jotik (kerjo saeutik) dan wisata edukasi pengenalan konservasi situ Patengan dan adat kaulinan urang lembur,” terang Asep atau biasa disapa Ester itu.
Dikatakan Ester, di kawah Rengganis yang juga merupakan salah satu area gunung merapi memiliki suhu udara dingin. Dan itu merupakan kekayaan perkebunan. Makanya, dia memperkenalkan hal tersebut dalam pengenalan itu dengan dihadiri para siswa dan siswi SMA.
”Jumlahnya tak kurang dari 300 siswa dari siswa SMA Sumbangsih Jakarta. Dalam kegiatan pengenalan kampung adat itu para siswa itu dilibatkan secara spontan dan terlihat sangat senang. Sehingga kami pun merasa senang pula,” tuturnya.
Atmosfir warga di Kampung perkebunan Patengan Baru terletak di RW 02 Desa Patengan kecamatan Rancabali sangat hangat. Kemarin, terlihat sangat meriah karena mementaskan seni dan adat tradisi yang terbilang langka. Aneka kaulinan urang lembur seperti galah, maen sumplit, katepel dan sasalimpetan.
”Bahkan kaulinan urang lembur seperti gatrik dan kesenian tradisional diikuti oleh tamu siswa SMA Sumbangsih Jakarta. Mereka sanget antusias mengikuti semua kegiatan yang di suguhkan panitia,” tambah Ester.
Agus Koswara panitia Kampung Adat mengaku, bangga karena yang disuguhkannya itu sangat disukai para siswa yang mengikuti kegiatan tersebut.
”Kami gembira mereka mengikuti apa yang disiapkan panitia. Mudah-mudahan kedepanya lebih banyak lagi yang datang ke kampung adat kebun ini. Sehingga lebih dikenal ke manca Negara,” tutur Agus.

Tinggalkan Balasan