”Ibu-ibu jangan matre ya. Karena kalau ibu-ibunya matre, bisa jadi nanti bapaknya korupsi. Makanya saya garis bawahi peran ibu di rumah itu sangat penting. Kalau ibunya baik anaknya akan baik. Suaminya juga akan baik. Kejujuran harus dimulai dari rumah,” ujar Wakil Ketua PPATK itu setengah bercanda.
Dampak yang ditimbulkan korupsi, menurutnya, sangat luas sehingga diia mengaku setuju bila para pelaku korupsi di hukum seberat-beratnya serta seluruh hartanya disita termasuk kekayaan hasil pencucian uang.
”Hasil korupsi itu bisa untuk membangun 400 ribu rumah untuk rakyat miskin. Atau bisa untuk membiayai pendidikan gratis sebanyak 70 juta orang pelajar. Mari kita semua memerangi korupsi dengan cara menanamkan nilai-nilai kejujuran mulai dari keluarga,” tutup Agus. (yan/asp)
