Tingkatkan Daya Saing Hasil Pertanian

tani
HENDRIK KAPARYADI/BANDUNG ESKPRES
PENJELASAN: Bupati Bandung Barat Abubakar saat menghadiri loka karya tentang peningkatan daya saing komoditas unggulan pertanian, di Lembang, kemarin.
0 Komentar

Selain membuat kawasan pusat niaga, kata Abubakar, pihaknya juga sudah meminta kepada Badan Penanaman Modal Perizinan dan Pelayanan Terpadu (BPMPPT) agar lebih mempromosikan hasil pertanian kopi yang merupakan produksi asli dari Kabupaten Bandung Barat. ”Jika sudah dipromosikan, nanti para investor akan melihat dan mulai tertarik,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Diskoperindag KBB Ricky Riyadi yang juga hadir untuk memberikan materi dari sisi perdagangan. Menurut Ricky, dirinya hadir untuk memberikan pemahaman tentang cara meningkatkan daya saing dari hasil pertanian tersebut. ”Saya punya pemahaman agar daya saing ke depan bisa bertahan, para petani ini harus pintar dalam menyimpan barang digudang atau yang kita sebut dengan resi gudang,” paparnya.

Menurutnya, dengan resi gudang, para petani ini bisa menyimpan atau menyetok terlebih dahulu hasil pertanian dan bisa dikeluarkan ketika harga pasaran bagus. Sehingga para petani ini akan diuntungkan lantaran harga yang sesuai dengan harapan para petani. ”Saya contohkan, para petani yang memiliki hasil tani seperti jagung dan kopi, mereka bisa menyimpan dulu digudang. Ketika harga pasaran bagus mereka bisa menjual dengan harga yang tidak merugikan para petani itu sendiri. Itu salah satu cara dari sisi perdagangan yang tidak membuat petani rugi,” ujarnya.

Baca Juga:Gas Elpiji 3 Kg LangkaAwasi Penggunaan Dana BOS

Keuntungan lainnya dengan resi gudang, kata dia, pihak perbankan seperti bank akan memiliki keyakinan memberikan bantuan modal kepada para petani lantaran pihak petani sudah menyimpan barang di gudang. ”Ketika petani butuh modal, lalu di gudang punya stok barang, itu bisa jadi jaminan kepada perbankan,” pungkasnya. (drx/fik)

0 Komentar