Hari ke-6 Pencarian, DVI Polda Jabar Terima Dua Kantung Jenazah Korban Longsor

Hari ke-6 Pencarian, DVI Polda Jabar Terima Dua Kantung Jenazah Korban Longsor
Kantung jenazah korban longsor Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat, yang diterima oleh DVI Polda Jabar. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Posko Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat menerima 55 kantung jenazah hingga hari keenam proses pencarian korban longsor di Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 41 jenazah berhasil diidentifikasi oleh tim DVI dan diserahkan kepada pihak keluarga. Sementara sisanya masih menjalani proses pemeriksaan lanjutan untuk memastikan identitas korban.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan tambahan kantung jenazah yang diterima pada hari keenam berasal dari hasil pencarian tim SAR gabungan di lokasi terdampak longsor.

Baca Juga:Longsor Terjang Bahu Jalan Cilebut, Satu Rumah Kosong Tertimbun Tanah41 Kantong Jenazah Korban Longsor Berhasil Diidentifikasi DVI Polda Jabar

“Total kantung jenazah yang masuk ke Posko DVI sampai hari ini berjumlah 55. Dari jumlah itu, 41 jenazah sudah teridentifikasi, sedangkan sisanya masih dalam proses identifikasi,” ujar Hendra saat ditemui di Posko DVI Polda Jabar, Kamis (29/1/2026).

Dalam proses identifikasi, tim DVI juga menemukan adanya dua kantung jenazah yang setelah dilakukan pencocokan data antemortem dan postmortem diketahui berasal dari satu individu yang sama.

“Setelah dilakukan rekonsiliasi data, dua kantung jenazah tersebut dipastikan milik satu korban dan kemudian disatukan. Dengan penyatuan itu, saat ini tersisa 13 kantung jenazah yang belum teridentifikasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, dari tiga kantung jenazah yang diterima pada hari keenam, dua di antaranya berisi jenazah utuh dan masih menjalani pemeriksaan forensik. Sementara satu kantung lainnya berisi tulang-belulang yang diduga tidak berkaitan dengan peristiwa longsor.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik, tulang-belulang tersebut diperkirakan telah berusia lebih dari satu tahun. Sehingga dapat disimpulkan bukan merupakan korban longsor, melainkan diduga berasal dari makam keluarga yang terdampak bencana,” ungkap Hendra.

Menurutnya, kantung jenazah tersebut diterima oleh tim DVI dari Basarnas tanpa informasi awal mengenai keberadaan makam di lokasi terdampak longsor.

Saat ini, pemeriksaan postmortem terhadap sejumlah jenazah telah dilakukan di beberapa rumah sakit, di antaranya enam jenazah di RS Sartika Asih, dua jenazah di RS Cibabat, dan dua jenazah di RS Welas Asih.

Baca Juga:Tangani Longsor Pasirlangu, Pemkab Bandung Barat Gelontorkna Rp7,3 MiliarFakta di Balik Longsor Cisarua, Badan Geologi Sebut Material Vulkanik Lapuk Picu Bencana

Adapun jenazah lainnya masih berada di Posko DVI untuk proses pemeriksaan lanjutan.

0 Komentar