Namun, O’Neill sendiri masih percaya diri dengan mengatakan bahwa dirinya sudah memilih pemain pengganti dengan berbagai pertimbangan matang. Sebab, Irlandia mempunyai rekor yang kurang menggembirakan setiap kali berjibaku lewat ajang playoff. Dari tiga kali partisipasi, mereka hanya mampu sekali menang ketika Euro Polandia-Ukraina 2012 saat menang dengan agregat besar 6-2 kontra Estonia.
Selebihnya, mereka hanya menjadi penonton ketika dikalahkan 0-2 oleh Belanda pada Euro Inggris 1996 dimana saat itu playoff masih satu laga dan Euro Belanda Belgia 15 tahun silam ketika Turki melenggang dengan keunggulan gol away ketika agregat sama kuat 1-1.
Manajer berusia 63 tahun itu sadar betul dengan rekor yang dihadapi. Karena itu, dirinya meminta anak asuhnya bisa mencuri poin di Zenica Sabtu diihari nanti sebagai bekal menjamu Bosnia di leg kedua di Dublin. ’’Momentum yang lebih berpihak kepada mereka (Bosnia) tidak terlalu menggangguku,” ungkap O’Neill seperti dilansir Daily Mail. ’’Kami tidak boleh membuat kesalahan pada laga ini karena kami tidak ingin langsung terlempar dengan mudahnya,” jelas eks manajer Sunderland tersebut.
Baca Juga:1.425 Atlet Karateka Dunia Latihan di TangerangPerbaiki Rekor Nasional di IPB
O’Neill melanjutkan, dirinya dan skuadnya hanya mengandalkan performa sekaligus pengalaman ketika membekuk Jerman. Apalagi, Bosnia yang menjadi lawan mereka juga bermodalkan beberapa pemain yang merumput di klub besar seperti duo AS Roma Edin Dzeko dan Miralem Pjanic.
’’Kami mendapatkan hak untuk berada disini, lebih-lebih dengan melihat penampilan kami melawan sang juara dunia serta bagaimana cara kami dalam mengumpulkan poin. Jadi, sangat menyenangkan berada disini,” tuturnya. (apu/vil)
