oleh

Warga Menetap Hanya saat Musim Selatan

Ke Buluh Kecil, ’’Pulau Paruh Tahun’’ di Kepulauan Karimata

 

Tiap enam bulan sekali, warga Pulau Buluh Kecil bermigrasi ke Pulau Karimata agar tetap bisa mencari ikan. Rumah pun dibiarkan kosong. Hanya perabot penting yang dibawa.

IDIL AQSA AKBARY, Kepulauan Karimata

[divider style=”dotted” top=”20″ bottom=”20″]

KAIL dan jala memang menjadi gantungan nafkah. Tapi, hidup di Pulau Buluh Kecil jelas tak segampang seperti yang digambarkan Koes Plus dalam Kolam Susu.

Ikan dan udang tidak lagi datang menghampiri. Haris, tetua di salah satu pulau di Kepulauan Karimata, Kalimantan Barat, itu bahkan mengeluh karena ikan semakin sulit dicari.

Haris mengaku tidak selalu dapat untung saat melaut, malah kadang merugi. Sebab, kondisi laut sudah berubah. ’’Apalagi biaya operasional terus meningkat,’’ kata Haris kepada Pontianak Post (Group Bandung Ekspres) yang berkunjung ke sana Rabu pekan lalu (22/10).

Memang, seturut Kolam Susu, lagu legendaris yang isinya merupakan metafora kekayaan Nusantara, tiada badai, tiada tofan yang ditemui. Tapi, toh penduduk Buluh Kecil tetap harus menyesuaikan hidup mereka dengan arah angin laut.

Jadilah pulau kecil di tengah hamparan Laut China Selatan itu Pulau Paruh Tahun. Sebab, sebanyak 19 kepala keluarga penghuninya rutin melakukan migrasi lokal sekitar enam bulan sekali.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga