Kembangkan Sistem Inovasi Daerah

SUMUR BANDUNG – Guna lebih berdayakan masyarakat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Bandung mengembangkan sistem inovasi daerah (SIDa). Konsep tersebut di luar Simda dan Bandung Integrated Resources Management System (Birms).

Seminar Kajian Sistem Inovasi Daerah (SIDA)
Eddy Koesman/Bandung Ekspres

PENTING: Sekda Kota Bandung Yossi Irianto saat memberikan sambutan dalam Seminar Kajian Sistem Inovasi Daerah (SIDA) di Auditorium Pemkot Bandung, Selasa (20/10), yang diselenggarakan Bappeda Kota Bandung.

Kepala Bappeda Kamalia Purbani menjelaskan, program SIDa di Kota Bandung yang memasuki tahap akhir, merupakan tindaklanjut Peraturan Bersama Menteri Negara Riset dan Teknologi dan Menteri Dalam Negeri Nomor 03 Tahun 2012 dan Nomor 36 tahun 2012 tentang Penguatan Sistem Inovasi Daerah (SIDa), Kementerian Riset dan Teknologi melalui Asisten Deputi Pengembangan Kelembagaan, Deputi Kelembagaan Iptek, bekerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri (BPP Kemendagri), sesuai dengan Pasal 16 ayat (2) huruf b, akan memfasilitasi peningkatan kapasitas Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah provinsi sebagai koordinator penguatan SIDa.

Diharapkan, pemberian fasilitasi peningkatan kapasitas BPPD provinsi sebagai koordinator penguatan SIDa dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas kelembagaan iptek di daerah. Sehingga berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi yang mampu meningkatkan daya saing daerah demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera (innovation for welfare).

Persaingan yang makin global perlu memanfaatkan iptek dan pengembangan. Sehingga, kehadiran SIDa di institusi daerah menjadi pola yang sistemik. Masalahnya di Kota Bandung, SDM, daya saing, kerusakan lingkungan, dan marjinalisasi masyarakat sangat menonjol. Ujungnya berdampak pada ketersediaan anggaran, database yang tidak berkelanjutan. ’’Hasilnya sudah bisa dibayangkan menjadi tidak maksimal,” ujar Kamalia.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Yossi Irianto menyatakan, sistem inovasi daerah merupakan sebuah gagasan yang perlu diapresiasi. terutama dalam kaitannya dengan ekonomi kreatif.

Kinerja Pemkot Bandung sesuai parameternya harus mampu menyerap dan sesuaikan dengan reformasi infrastruktur yang sangat booming karena dibiayai swasta. ’’Regulasi untuk format ini sedang kita godok, sebab jangan sampai ada persoalan dikemudian hari,” seru Yossi.

Melalui sistem daring, bukan tidak mungkin mampu mendorong transparansi secara menyeluruh. Ujungnya akan meningkatkan sektor pendapatan. ’’Pemangku kepentingan, melaui SIDa ini akan dapat menjawab tantangan global,” imbuhnya. (edy/vil)

Tinggalkan Balasan