”Awalnya iseng ikutan pendaftaran Nissan GT Academy secara offline pada Mei lalu,” ujarnya. Waktu itu pendaftaran dibuka di tiga tempat. Yakni, Mal Taman Anggrek, Mal Kepala Gading, dan Surabaya. ”Yang ikut ribuan, kayaknya sampai 10 ribuan,” sambung Rama.
Itu baru jumlah pendaftar yang ikut melalui offline atau langsung datang ke lokasi pendaftaran. ”Yang mendaftar secara online lebih buanyak lagi,” katanya dengan mata mendelik.
Juni lalu dia menembus 20 besar dari pendaftar yang masuk melalui jalur offline maupun online. Rama menjelaskan, 20 orang yang terpilih tersebut kembali menjalani serangkaian tes di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat. Di sana tesnya lebih berat lagi. ”Ada tes fisik dan stamina yang lumayan berat. Daripada nanti celaka di sirkuit, lebih baik dites dulu fisiknya dari awal,” tuturnya.
Baca Juga:Perkuat Industri Kreatif, Ciptakan Lapangan PekerjaanKPID Beri Penghargaan Khusus
Selain dites fisik dan stamina, dia dan 19 peserta lainnya diuji dalam mengendarai mobil sungguhan di arena sirkuit. ”Bukan mobil balap sih, tapi Nissan standar dan masih pabrikan. Kami diuji dalam pengambilan keputusan saat berkendara dan mengerem,” terang dia.
Tapi, saat itu yang paling dirisaukan Rama bukan tes berkendaranya, tapi mobil yang digunakan untuk tes tersebut ternyata meleset dari ekspektasinya. Di game, dia biasa ”mengendarai” mobil balap di Gran Turismo seperti Honda NXT Concept, Subaru BRZ, atau BMW M4.
”Ya nggak sama sih. Rasanya ternyata kalau di game beda. Kalau di game kita ngerem langsung berhenti, kalau ini direm malah bisa belok-belok,” ujarnya, lalu tertawa.
Setelah menjalani serangkaian tes, Rama terpilih masuk enam besar yang sekaligus diterbangkan ke Inggris pada 14 Agustus lalu. Lima peserta lainnya adalah Louis Ferson, Pradana Yogatama, Raira Bhaskara, Datu Yoga Brata, dan Kresna Agusta. Sama dengan Rama, lima peserta tersebut adalah gamer yang berlatar belakang karyawan hingga mahasiswa. ”Pembalap profesional nggak boleh ikut,” ucapnya.
Setiba di Inggris, mereka disambut serangkaian tes dari pihak penyelenggara. Tes bertujuan memilih satu orang dari setiap negara peserta yang berhak untuk mengikuti final race pada 20 Agustus 2015.
