oleh

Kalau Tak Mendesak, Jangan Keluar

SUASANA haru terjadi saat ratusan pengantar calon jemaah haji (CJH) dilepas anggota keluarganya di tempat pemberangkatan Pusdik Armed Kota Cimahi, Jalan Baros kemarin (14/9). Sejumlah pengantar terlihat menangis saat 444 CJH asal Cimahi menaiki 10 bus yang mengangkut mereka ke embarkasi Bekasi sebelum diterbangkan ke Makkah.

CJH CIMAHI
GATOT/CIMAHI EKSPRES
BERANGKAT: Sebanyak 444 CJH asal Kota Cimahi menuju Bekasi kemari (14/9).

”Kami ikhlas ibu berangkat ibadah di Makkah dalam waktu cukup lama. Semoga mereka sehat dan lancar selama beribadah, kalaupun takdir berkata lain, kami ikhlas,” ucap Yanti, 34, saat melepas keberangkatan ibunya naik ke dalam bus yang hendak bertolak ke Bekasi.
Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Cimahi Zulkifli Abubakar mengharapkan, semua CJH bisa menjaga kondisi di Makkah. Terlebih saat ini kondisi cuaca sangat panas berkisar antara 45–50 derajat celsius.
”Kalau tidak mendesak, sebaiknya jangan keluar dari tempat penginapan. Kalau kondisi tubuh tidak memungkinkan, laksanakan ibadah yang wajibnya saja,” paparnya.
Di tempat yang sama, Wali Kota Cimahi Atty Suharti mengimbau, di tengah kondisi cuaca yang sangat ekstrem di Makkah, sudah semestinya CJH bekal perlengkapan dan obat-obatan disiapkan. Agar, lancar selama menjalankan ibadah haji.
”Menjaga stamina dan mengatur waktu kegiatan menjadi hal sangat penting untuk dapat memiliki kemampuan dalam melaksanakan runutan ibadah haji ini,” tutur Atty.
”Saya juga mengajak semua jamaah haji asal Cimahi bisa saling peduli. Terutama dengan calhaj asal Indonesia,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, wali kota juga menyampaikan bela sungkawa atas terjadinya tragedi jatuhnya crane di Masjidil Haram, yang menewaskan setidaknya 10 warga negara Indonesia.
”Kejadian cuaca ekstrem di tengah teriknya cuaca berubah seketika menjadi hujan es dan badai yang menjatuhkan crane. Hal itu semata kehendak Allah dan kita patut mengimaninya sebagai peringatan pada kita,” jelasnya. (gat/rie/hen)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga