HARI Merdeka ke 70 Tahun Indonesia baru saja berlalu kemarin (17/8). Pesta rakyat dan peringatan dalam berbagai skalanya, untuk menyambut serta memeriahkan buah perjuangan para pahlawan negeri ini, dilakukan.
Kenangan momen di hari yang sama, 44 tahun lalu masih tersimpan kuat di memori Bamunas Setiawan Boediman. Ketika itu, dia tinggal di Kompleks Sekretariat Negara Cidodol, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Di hari tersebut, Bamunas kecil menggowes sepeda mini dihias pita keliling perumahan. Lengkap dengan mengenakan seragam militer anak dan balon yang dikaitkan ke dekat jeruji. Sampai muncul bunyi mirip suara motor dari sepeda. Hasil gesekan balon dengan jeruji sepeda.
Meski tidak menang lomba sepeda hias, namun BSB -sapaan Bamunas- tetap senang. Sebab, bagi anak seusianya, itulah cara memeriahkan Hari Kemerdekaan. Aktivitas ikut berbagai lomba lain pun dilakukan selama duduk di SD Mexico, Jakarta Selatan, sampai di SMP XII, Jakarta Selatan. Hinggga akhirnya melanjutkan pendidikan di St Louis High School, Honolulu, Hawai sampai pascsarjana di Amerika Serikat.
Baca Juga:Catherine Wilson Ditawari Pose BugilMuseum Hanya Menyimpan Dua Pucuk Senjata
’’Nggak apa-apa nggak menang. Yang penting bersama kawan-kawan, memeriahkan Hari Kemerdekaan. Itulah kebersamaan,” ujar dia kepada koran ini dijumpai di hotelnya, Grage Hotel Cirebon belum lama ini.
Semangat kebersamaan ini, menurut dia, yang perlu dijaga rakyat Indonesia dalam membangun bangsa. Dengan begitu, berbagai persoalan dari dalam maupun luar dapat dihadapi dan diselesaikan. Sebab, 70 tahun merdeka bukan hitungan waktu singkat. Sebuah perjalanan panjang bagi generasi muda dan generasi tua, yang seharusnya dapat bekerja sama. Berjalan beriringan untuk perbuatan bermanfaat bagi orang banyak. Tidak menyalahkan pihak lain saat menilai kegagalan. Dengan mengapresiasi segala potensi yang dipunya Indonesia. Yang tidak dipunya negara lain manapun di dunia. ’’Yang bikin negara kita maju ya kita sendiri. Kalau kita sudah maju, negara ini pasti maju,” jelas ayah empat putri ini.
Pengusaha sukses Jawa Barat asal Cirebon itu menyampaikan, sikap mengapresiasi potensi bangsa dapat dilakukan mulai dari hal kecil. Misal, tidak membuang sampah di sungai. Jika dijalankan, maka sama artinya dengan cinta lingkungan, cinta kebersihan, tidak ingin banjir terjadi. Selain itu, saat melihat ada hal baik di kota lain. Lalu ada yang bisa diterapkan di daerah atau kampung halaman, maka jangan ragu untuk menerapkan. Lakukan saja. Selama membawa manfaat.
