oleh

Bingung Mencari Tempat Berlabuh

TAUFIQ menjadi salah satu pemain yang galau pasca pemutusan kontrak dengan Persib, pemain tengah asal Tarakan, Kalimantan Timur ini mengaku belum mengetahui nasibnya kedepan. Terlebih, saat ini hampir semua klub membubarkan timnya karena tidak ada kompetisi.

Sebagai pemain Taufiq mengaku, tidak dapat berbuat banyak dalam situasi saat ini. Pembekuan PSSI oleh Kemenpora dan turunnya sanksi FIFA untuk Indonesia, hanya bisa membuatnya berdoa semuanya cepat usai.

Lama malang melintang sebagai pemain sepakbola tentu hanya itu keahlian yang sementara ini dimilikinya. Maka situasi saat ini membuatnya bingung harus seperti apa menatap hidup kedepan.

”Paling saya akan pulang ke Kalimantan dulu, lebaran di sana bersama keluarga. Saya juga mau minta saran dan doa juga dari orang tua tentang kondisi yang saya hadapi saat ini, sambil silaturahmi,” kata Taufiq saat ditemui awak media di Mess Persib, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, kemarin (2/7).

Pemain yang identik dengan nomor punggung 8 bersama Maung Bandung ini mengaku, belum terpikir juga jika harus terjun ke dunia bisnis. Namun, kemungkinan hal itu akan digelutinya jika situasi sepakbola masih tetap amburadul kedepannya.

”Orang tua punya tambak udang di Kalimantan. Tapi masih belum bisa memutuskan saat ini apakah akan bisnis atau seperti apa, yang pasti besar harapan sepakbola Indonesia kembali baik,” ucapnya.

Dia pun tidak menapikan jika Malaysia menjadi salah satu Negara yang dibidiknya untuk meneruskan karier sepakbola kedepan. ”Mudah-mudahan, doakan saja,” ucapnya.

Sementara itu, mantan pemain Persib Bandung lainnya seperti Firman Utina, sudah lebih dulu mengucapkan salam perpisahan untuk Persib melalui akun Instragramnya @firmanutina1515, pada Rabu (1/7) lalu.

Dalam akun instagramnya Firman Utina mengunggah foto yang berisikan momen-momen dia bersama Maung Bandung. Di antaranya saat mengangkat piala Indonesia Super League 2015, detik-detik mendebarkan saat adu penalti di partai final, umroh bersama rekan-rekannya di Persib, kerumunan bobotoh yang selalu setia mendukung, serta surat pernyataan pemutusan kontrak yang ditandatangani dirinya 30 Juni kemarin.

Tidak lupa, dalam caption fotonya pun dia haturkan banyak terima kasih kepada manajer Umuh Muchtar yang selalu mengayomi. Kemudian rekan-rekan wartawan yang menghiasi setiap aktivitasnya. Firman juga berharap jika tim bisa bertemu kembali di kemudian hari, bagaimanapun situasinya.

”Kami resmi dibubarkan. Thanks buat semua teman pers Jawa Barat, manajemen Pak H Umuh, terutama para bobotoh, semoga kita bisa ketemu lagi di lain waktu, amin,” tulisnya dalam Instagram.

 Firman Utina datang bersama ke Persib bersama personil Sriwijaya FC lain seperti Supardi dan M Ridwan pada musim 2012-2013. Kemudian di musim keduanya, 2013-2014 sang mantan wakil kapten ini langsung membawa Persib juara setelah penantian 19 tahun sejak 1994. (mio)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga