Warga Kota Bandung Puas

PAPARKAN: Guru Besar FH Unpad Asep Warlan Yusuf (kanan) dan Guru besar Fisip Unpad Dede Mariana (tengah), menjadi pemateri pada diskusi terkait penelitian hasil survei terhadap indeks kebahagiaan warga bandung, di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung kemarin (25/6).
FAJRI ACHMAD NF. / BANDUNG EKSPRES
PAPARKAN: Guru Besar FH Unpad Asep Warlan Yusuf (kanan) dan Guru besar Fisip Unpad Dede Mariana (tengah), menjadi pemateri pada diskusi terkait penelitian hasil survei terhadap indeks kebahagiaan warga bandung, di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung kemarin (25/6).
0 Komentar

[tie_list type=”minus”]Program Pemkot Mampu Akomodir Keinginan Masyarakat[/tie_list]

SUMUR BANDUNG – Pusat Penelitian dan Pengembangan Dinamika Pembangunan Universitas Padjadjaran (PDP-LPPM Unpad), telah melakukan survei penilaian warga terhadap layanan publik Pemerintah Kota Bandung.

Survei tersebut dilakukan dari 1–8 Juni yang lalu. Dari total populasi warga Bandung saat ini 1.568.808 jiwa, panitia survei sendiri mengambil 200 orang sebagai sampelnya.

Baca Juga:RSHS Antisipasi MERSKansai Paint Warnai Sepuluh Masjid

Dalam persepsi dan permasalahan yang muncul di masyarakat Kota Bandung, tercatat salah satunya sebesar 50,5 persen yang berkaitan dengan harga-harga pokok yang mahal, dan merupakan presentasi paling tinggi di antara yang lainnya.

Dalam hal persampahan, pemerintah Kota Bandung telah berhasil menertibkan sampah dengan presentase 52 persen. Keberhasilan juga didapat dalam hal penyediaan sarana air bersih yang mencapai 45 persen, perbaikan rumah sebesar 43 persen, banjir 45 persen, beasiswa dan bantuan finansial 60 persen, serta kondisi jalan dan penerangan sebesar 67 persen.

Adapun permasalahan yang belum teratasi di antaranya penciptaan lapangan kerja sebesar 52 persen, kurang berhasil dan 22 persen berhasil, penciptaan wirausaha sebesar 47 persen kurang berhasil dan 30 persen berhasil.

Dalam soal kemacetan, rupanya Pemkot Bandung belum mampu menutupi permasalahan tersebut, sebesar 51 persen program yang dicanangkan belum berhasil.

Asep Warlan, salah satu narasumber yang juga guru besar FH Unpar membahas mengenai paparan survei tersebut. Dari beberapa permasalahan yang disampaikan, ada lima masalah klasik yang belum bisa dituntaskan. Di antaranya kemacetan, sampah, banjir, infrastruktur dan sistem birokrasi.

Dia mengatakan bahwa Pemkot Bandung perlu sebuah regulasi pertanggung jawaban atas program-program yang dijalankan. ’’Perlu sebuah regulasi pertanggung jawaban,’’ ujarnya.

Asep Warlan juga merekomendasikan adanya unit keluhan publik, agar dapat direspons secara langsung oleh pemerintahan.

Baca Juga:Asing Boleh Beli di Atas Rp 5 MElpiji Tak Naik hingga 2016

Secara umum, survei yang melibatkan sebagian besar responden dari kalangan ibu rumah tangga dan wirausahawan ini menunjukkan bahwa sebagian besar warga Kota Bandung merasa cukup puas dengan kinerja Ridwan-Oded. Tercatat, secara keseluruhan program-program yang dicanangkan Pemkot Bandung 71,8 persen responden menyataan puas dengan 27,7 persen lainnya menyatakan belum puas serta 0,5 persen sisanya menyatakan tidak tahu atas kinerja Pemerintah Kota Bandung. (fie/mgu-ger/far)

0 Komentar