oleh

Segel Lokalisasi Saritem

BANDUNG – Sejumlah petugas memasang garis Police Line di rumah-rumah yang diduga tempat prostitusi di kawasan Saritem kemarin (25/5). Penyegelan ini dilakukan terhadap 40 rumah yang diduga pernah menjadi tempat praktik prostitusi. ’’Kami segel ulang. Karena masih ada rumah-rumah yang belum disegel,’’ ujar Kepala Polrestabes Bandung, Angesta Romano Yoyol di lokasi penyegelan.

Penyegelan Saritem
FAJRI ACHMAD NF. / BANDUNG EKSPRESPASANG POLICE LINE: Polisi menyegel puluhan rumah bordil di kawasan Saritem kemarin (25/5). Penyegelan ini merupakan bentuk tindak lanjut aparat penegak hukum pascarazia yang menjaring ratusan perempuan PSK.

Untuk mengantisipasi tempat esek-esek tersebut kembali beroperasi, pihak kepolisian sudah menempatkan petugas di mulut-mulut gang Saritem. ’’Penyegelan ini juga dilakukan untuk mencegah masih adanya masyarakat yang coba-coba memancing dan mencoba membuat orang-orang datang ke sini,’’ ujarnya.

Sementara itu, untuk menanggulangi gejolak sosial di kawasan tersebut, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil berencana membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk menangani masalah prostitusi di Kota Bandung. Seperti satgas PKL.

’’Sedang disiapkan (konsepnya),’’ kata Ridwan saat ditemui di DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi, Kota Bandung, kemarin (25/5).

Pria yang akrab disapa Emil ini menjelaskan, pembentukan satgas prostitusi ini bukan karena Bandung darurat prostitusi. Menurut dia, ini merupakan salah satu upaya penghematan tenaga untuk melawan prostitusi di Kota Bandung yang juga kian kreatif. ’’Kita harus cari cara kreatif sebagai solusi di masa depan. Capek kan main razia-raziaan,’’ tuturnya.

Sebelum membentuk satgas prostitusi yang diisi jajaran Muspida, saat ini Pemkot Bandung melalui Satpol PP tengah gencar melakukan razia-razia ke lokasi-lokasi kos. ’’Pemkot akan konsisten terus-terusan lakukan razia,’’ ujarnya.

Emil juga menegaskan, akan menindak lelaki hidung belangnya. ’’Jangan hanya PSK yang diberi sanksi. Tapi konsumen dan mucikari akan kena sanksi lebih berat,’’ ujar Emil.

Selain membentuk satuan itu, Pemkot Bandung berencana membeli lahan yang selama ini dijadikan tempat prostitusi. Bahkan Pemkot tak segan melakukan penyitaan jika ditemukan perizinan bangunan yang disalahgunakan. Emil mengimbau warga agar tak resah menanggapi kembali maraknya prostitusi di Saritem. Sebab, dia dan jajarannya berkomitmen memberantas faktor-faktor yang membuat lokasi prostitusi tersebut hidup.

Sebelumnya, lokalisasi Saritem di pusat Kota Bandung itu digerebek polisi, Rabu (20/5) malam. Ini dilakukan karena disinyalir masih beroperasinya praktik prostitusi. Padahal, kawasan Saritem itu sudah ditutup oleh Pemkot Bandung pada tahun 2007.

Dalam razia tersebut, terjaring 169 PSK. Dari jumlah tersebut, 42 pekerja seks komersial dikirim ke Cirebon dan 20 lain ke Sukabumi untuk dilatih keterampilan. Sedangkan, sisanya masih ditampung di rumah singgah. (bbs/tam)

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga