oleh

PSSI dan PT Liga Sudah Tak Berhak Lagi Urus Kompetisi

JAKARTA – Rencana PT Liga Indonesia yang ngotot menggelar kompetisi Liga Indonesia pada 25 April dan Divisi Utama 26 April terancam buyar. Itu setelah Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi telah mengirim surat kepada Kepala Kepolsian Republik Indonesia (Kapolri) untuk tidak memberikan izin keramaian penyelenggaraan kompetisi di bawah PSSI dan PT Liga Indonesia.

QNB League
ANGKAT KAKI: Ponaryo Astaman
(kanan) diganjal pemain lawan saat
menjalani pertandingan di QNB League
2015, beberapa waktu lalu.

Dalam surat yang ditandatangani langsung oleh Imam Nahrawi dengan nomor 0136/Menpora/IV/2015 itu, ada dua pasal yang ditegaskan oleh sang menteri. Pertama, Seluruh kegiatan PSSI tidak diakui oleh pemerintah, sehingga setiap keputusan atau tindakan yang dihasilkan oleh PSSI termasuk hasil Kongres Biasa dan Kongres Luar Biasa tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat, tidak sah dan batal demi hukum bagi organisasi.

Lewat surat tersebut pula, lewat pasal keduanya, Imam meminta kepada seluruh jajaran pemerintahan di tingkat pusat maupun di tingkat daerah, termasuk Kepolisian Negara Republik Indonesia, tidak dapat lagi memberikan pelayanan kepada kepengurusan PSSI dan seluruh kegiatan keolahragaanya sampai dengan terpilih kepengurusan PSSI yang kompeten sesuai dengan mekanisme organisasi dan statuta FIFA.

”Itu adalah konsekuensi dari semua keputusan yang kami tempuh selama ini, dan tentu untuk sepak bola Indonesia yang lebih baik,” ujar Imam Nahrawi, kemarin (23/4). ”Jadi, sudah jelas dalam surat yang kami edarkan ke pihak kepolisian bahwa semua kompetisi di bawah PSSi dan PT Liga dilarang,” tegas menteri asal Partai kebangkitan Bangsa itu.

Selain menerbitkan surat larangan kompetisi tersebut, Imam mengatakan bahwa dalam waktu dekat mereka sudah memberikan solusi agar kompetisi sepak bola nasional bisa kembali berjalan normal. Salah satunya dengan membentuk Tim Transisi PSSI Kemenpora. ”Harus ada pengelolaan kompetisi yang baik dan baru, dan itu harus dalam pengawasan kami,” timpalnya.

Imam juga menambahkan bahwa, Tim Transisi PSSI yang mereka bentuk sedang dalam penggodokan. Sejauh ini, kata Imam ada sekitar 30 nama yang sudah masuk. ”Dan saya sedang mempelajarinya secara rinci, satu persatu. Karena kami mau tim ini benar-benar dipenuhi oleh orang-orang yang memiliki integritas,” tegasnya.

Tentu, surat edaran sang menteri tersebut menjadi pukulan telak bagi PT LI sebagai operator kompetisi. Apalagi, pada 20 April lalu, PT LI telah mengumpulkan semua tim-tim Liga Indonesia dan Divisi Utama untuk menggelar manager meeting dan meyakinkan mereka bahwa kompetisi tetap akan berjalan sesuai rencana awal. (dik/asp)

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga