oleh

Demi Penantian 12 Tahun

MONACO – Kerinduan Juventus akan tensi persaingan pada semifinal Liga Champions sedikit lagi bakal terobati. Victory 1-0 atas AS Monaco pada leg pertama babak 16 Besar di Juventus Stadium, Turin sepekan lalu (15/4) menjadi modal bagus untuk mengakhiri penantian 12 tahun Juventus.

Ya, Juve sudah tidak lagi berhasil merengkuh semifinal Liga Champions dari tujuh kali partisipasinya dalam ajang bergengsi antar klub Eropa itu. Terakhir, mereka merasakan persaingan empat besar setelah menyingkirkan Barcelona pada perempat final edisi 2002-2003 silam.

Mimpi tersebut bisa terwujud apabila dini hari nanti Gianluigi Buffon dkk memutus tren kejutan Monaco yang bermain di kandangnya sendiri, Stade Louis II. Dari sisi historinya, dewi fortuna tidak akan berpaling dari Si Nyonya Besar yang selalu menang menghadapi klub Prancis dengan rekor 100 persen menang.

Membaiknya tren kemenangan di dua laga tandang terakhir harus kembali ditunjukkan Massimiliano Allegri. Seperti saat mempecundangi Malmo pada laga terakhir fase grup 2-0 dan menyingkirkan Borussia Dortmund dengan skor 3-0. Itu mengubah statistik Juve yang sulit menang dari dua laga away pertamanya.

Baca Juga:  Musim Ini, Liga Champions Jadi Target Utama PSG

Sejak fase grup, Juventus sudah dua kali mengalami kekalahan di kandang lawan. Mulai dari kalah atas Atletico Madrid di Vicente Calderon (2/10) dan di Karaiskis atas Olympiakos Piraeus (23/10). Uniknya kedua hasil negative tersebut berakhir dengan skor sama, 0-1.

Dilansir dari Goal, bek Juventus berkebangsaan Prancis, Patrice Evra menyebut kejutan Monaco sudah habis musim ini setelah menyingkirkan Arsenal dari babak 16 Besar, pada Maret lalu. ’’Saya bangga saat mereka menyingkirkan Arsenal. Tapi untuk saat ini tidak ada yang perlu ditakuti lagi dari Monaco,’’ ujarnya, kepada Canal+.

Hanya, dia mewanti-wanti rekannya yang lain supaya tidak meremehkan Monaco seperti di leg pertama lalu. Di kandang sendiri, Juventus hanya bisa menang tipis. Padahal, jika di laga itu mereka bisa memaksimalkan keunggulan 60 persen ball possession, harusnya bisa lebih dari satu gol tercipta.

Sekarang, di Stade Louis II, kandidat kuat juara Serie A ini harus bersiap dengan janji Leonardo Jardim yang siap memberikan sentuhan berbeda di kandnag sendiri. ’’Bukan hanya mereka, kami pun juga akan memainkan strategi berbeda, dan kami yakin bisa mengendalikan laga,’’ klaim mantan bek Manchester United tersebut.

Baca Juga:  Liga Champions Berati Penting Untuknya dan Real Madrid, Ancelotti Bilang Begini

Kondisi terakhir tuan rumah bisa memberikan sedikit angin segar bagi armada Juventus. Terlepas dari kekalahan di Turin, Les Rouges et Blanc –julukan Monaco— sedang dalam masa krisis di Ligue 1. Pada journee ke-33 pekan lalu (19/4), Jeremy Toulalan dkk lagi-lagi gagal menang di kandang. Mereka tertahan 1-1 dari klub luar lima besar, Rennes. Itu jadi laga imbang ketiga di kandang sendiri secara beruntun.

Sebelumnya, Monaco ditahan imbang Paris Saint-Germain (PSG) 1-1 (2/3), Saint Etienne 1-1 (4/4), dan Montpellier 0-0 (8/4). Jardim sendiri berkoar bisa mengakhiri tren buruk di kandang sendiri ini kala menjamu Juventus nanti.

’’Kelelahan sudah kami rasakan. Tapi, kami secepatnya akan memulihkan kebugaran pemain, dan memperbaiki kesalahan sekecil apapun demi mengalahkan Juventus,’’ cetusnya.

Lebih lanjut, Jardim tidak menginginkan ada adu tendangan penalty sebagai penentu laga ini. Dengan kata lain, dia menargetkan anak asuhnya menggulung Juventus dengan dua gol tanpa balas. ’’Yang penting jangan sampai kami melalui adu tendangan penalty,’’ sebutnya. (ren/rie)

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga