Ledakan Tanah Abang Lukai Empat Orang

JAKARTA – Sebuah ledakan yang dicurigai sebagai bom terjadi di kawasan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (8/4), sekitar pukul 14.15. Ledakan itu menyebabkan empat orang luka. Mereka adalah Rustam, Feri, Asep dan Amir. Mereka dilarikan ke Rumah Sakit Pelni, Petamburan, Jakpus dan selanjutnya akan dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Belum diketahui penyebab ledakan ini. Sejumlah polisi masih berjaga-jaga di lokasi. Bahkan, Kapolda Metro Jaya Irjen Unggung Cahyono, hingga Wakapolri Komjen Badrodin Haiti sudah berada di lokasi yang berada di RT/RW 016/09.

Kadiv Humas Polri Irjen Anton Charliyan, membenarkan adanya ledakan itu. Tapi, sumber ledakan masih belum diketahui. Informasi awal, kata dia, berasal dari ledakan tabung gas. ’’Tapi, kita belum tahu, itu dari omongan-omongan saja,’’ kata Anton di Mabes Polri.

Informasi yang dihimpun ledakan diduga berasal dari bom banting. Namun, ini belum terkonfirmasi. ’’Belum dipastikan, kita masih penyelidikan. Sabar,’’ bebernya.

Hingga pukul 21.30 WIB semalam, aparat kepolisian dari Laboratorium Forensik Polda Metro Jaya dan satuan lainnya masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi ledakan Tanah Abang. Mereka beberapa kali terlihat membawa barang dari lokasi untuk diamankan.

Pantauan JPNN (Group Bandung Ekspres), ada puluhan aparat di dalam lokasi kejadian. Mereka menyisir setiap inci lahan kosong tempat ledakan terjadi. Karena kondisi yang sudah gelap, satu unit mobil dilengkapi lampu tembak milik satuan Dalmas dikerahkan untuk menerangi lokasi.

Beberapa personel terlihat bolak-balik membawa barang untuk ditaruh di mobil milik satuan gegana yang diparkir sekitar 100 meter dari lokasi kejadian. Barang-barang yang diamankan itu dibawa menggunakan berbagai wadah mulai dari koper sampai kantung plastik.

Salah seorang aparat terlihat membawa tas besar berbentuk tabung dan menaruhnya dengan sangat hati-hati ke dalam mobil gegana. Tidak diketahui apa saja yang dibawa aparat dari lokasi. Mereka memilih bungkam saat ditanya awak media tentang hal itu.

Sementara itu, di luar lokasi ledakan terlihat puluhan aparat baik yang berseragam maupun berpakaian preman masih siaga. Warga setempat pun masih berkerumun di luar pagar yang membatasi lokasi dengan wilayah pemukiman mereka

        Benda diduga bom yang meledak kemungkinan milik satu dari empat korban luka-luka. Dugaan ini muncul lantaran lokasi ledakan merupakan lahan kosong yang tidak pernah digunakan oleh siapa-siapa. ’’Besar dugaan korban merupakan pelaku. Tapi penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan dugaan itu,’’ kata Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Hendro Pandowo di lokasi.

Lahan kosong tempat ledakan terjadi diketahui sebagai milik Titus Kary Graha Metro. Lokasi tepatnya di Jalan Jati Bunder RT 16/09 Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Lokasi ledakan ternyata pernah rutin digunakan sebagai tempat pengajian. Banyak warga sekitar lokasi yang menjadi jamaah pengajian di lokasi itu.

’’Dulu untuk tempat pengajian malam Jumat. Baru kosong setengah tahun yang lalu, sekarang hanya jadi bedeng,’’ kata salah seorang warga bernama Titin di lokasi.

Menurutnya, pengajian itu bernama Majelis Dzikir Ma’nani dan dipimpin oleh Kyai Bahdadi dari Karawang. Titin sendiri pernah beberapa kali ikut pengajian itu. Dia juga menyebut Asep, salah seorang korban ledakan, sebagai jamaah pengajian.

Titin pun tegas membantah pengajian tersebut menyebarkan ajaran radikal. Dia juga tidak mencurigai ada kaitan antara pengajian dengan kelompok teroris. ’’Tidak pernah ada ajaran jihad dalam pengajian,’’ tuturnya.

Lebih lanjut Titin mengatakan, setelah pengajian bubar lahan tersebut tidak ada yang menggunakan. Dia juga mengatakan, bahwa lahan itu milik salah seorang yang disegani di kawasan Tanah Abang.

’’Disebutnya lahan ‘Kecong’. Itu yang punya Om Tino, salah satu orang yang disegani di sini,’’ pungkasnya. (boy/dil/hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.