Pilkades Berjalan Meriah

Para kandidat tidak lagi direpotkan dengan iuran pelaksanaan karena seluruhnya telah di-cover oleh Pemkab. ’’Hanya kalau biaya kampanye dan sosialisasi memang dana masing-masing,” tambahnya.

Untuk peninjauan sendiri, bupati telah membagi beberapa tim yang terdiri atas SKPD dan dikomandoi oleh camat masing-masing yang telah tersebar di 48 desa. Untuk keamanan sendiri, semuanya telah berjalan dengan lancar walaupun pada awalnya dari kabupaten tidak tersiapkan biaya untuk keamanan. ’’Untungnya ada anggaran sabilulungan sehingga keamanan bisa tetap terjaga. Untuk ke depannya, Pemkab akan terus melakukan pilkades serentak. Nanti anggaran akan dimantapkan dan lebih kondusif lagi,’’ pungkasnya.

Sementara itu, antusiasme menyukseskan pilkades tidak hanya datang dari warga produktif. Nyatanya, semangat menggunakan hak pilihnya diperlihatkan oleh seorang Legiun Veteran Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia (VPKERI) Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung.

Veteran lansia bernama Enah Manah, 84 warga Kampung Cipaku RT 03/RW 17, Desa Pakutandang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung. Enah bersemangat mengikuti pencoblosan pemilihan kepala desa (pilkades).

’’Alhamdulilah, di setiap pemilihan, baik pilpres, Pilgub, Pilkada maupun Pilkades, Ibu selalu ingin mengunakan hak pilih. Dengan usia yang tidak muda lagi, dia namun semangat nya masih tinggi,’’ kata Ade Ruslan, 45, anak Enah Manah, kepada Soreang Ekspres usai pencoblosan.

Menurut Ade, ibunya tersebut baru sembuh dari sakit. Sakit yang diderita ibu, dikarenakan faktor usia. Walaupun pendengaran ibu, terganggu, namun semangat ibunya untuk memberikan suaranya dalam pilkades bersemangat sekali. ’’Alhamdulilah, Ibu masih diberi kesehatan dan bisa memberikan suaranya dalam pilkades,’’ ucapnya.

Di tempat yang sama, ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara TPS 08, yang meliputi Dua RW yakni 17 dan 20, Desa Pakutandang, Kecamatan Ciparay, Entang Antoni mengatakan, jumlah pemilih yang sudah mencoblos sebanyak 818 (85 persen) dari jumlah DPT (Daftar pemilih tetap berjumlah 1.057 hak pilih.

’’Alhamdulilah, antusias warga lansia memberikan suara dalam pilkades ini cukup tinggi. Beberapa faktor warga yang tidak memberikan hak suaranya di antaranya, pindah domisili, meninggal yang masih mendaftar serta adanya hak pilih terdaftar di dua DPT,’’ jelasnya.

Sementara itu, dalam Pilkades di Desa Neglasari patut dijadikan percontohan. Sebab, di kawasan ini, dinilai memiliki hati nurani. Warga desa Neglasari ingin ada perubahan pemimpin yang berstandar religius dan merakyat.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan