oleh

Optimistis Serap 2 Juta Tenaga Kerja

Disnakertran Jabar Jalin Kerja Sama dengan Banyak Perusahaan

BUAHBATU –Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat akan berupaya menggenjot tercapainya pengurangan jumlah anggkatan kerja. Caranya, dengan terus-menerus membuka peluang-peluang kesempatan kerja.

Disnakertran Jabar - bandung ekspres
BERBONDONG-BONDONG: Para pelamar kerja berebut menyerahkan berkas lamaran saat Pameran Bursa Kerja di Landmark, Jalan Braga, belum lama ini.

Kepala Distankentrans Hening Widiatmoko mengatakan, dalam membuka peluang kerja tersebut, pihaknya akan terus bekerjasama dengan berbagai perusahaan baik nasional maupun perusaan asing untuk menginformasikan kesempatan kerja kepada masyarakat melalui Distankentrans

Hening menyebutkan,pada 2013, program tersebut sudah bisa menyerap 200 ribu tenaga kerja. Kemudian, pada 2014 serapan tenaga kerja naik sebanyak 724 ribu.

”Program dua juta lapangan kerja ini, bisa menyerap tenaga kerja 400 sampai 500 ribu pertahun dan kedepan ditargetkan akan kembali meningkat untuk tahun selanjutnya,” katanya.

Menurutnya, serapan ini terlihat dari angka pengangguran di Jabar yang turun dengan indikasi pada 2013 jumlah pengangguran di Jabar sebanyak 1.888.667 atau sekitar 9,16 persen dari jumlah penduduk.

Sementara jumlah pengangguran per Agustus 2014, hanya 1.775.196 atau sekitar 8,45 persen. ”Artinya orang yang menganggur di Jabar turun sekitar 113 ribu,’’ katanya.

Lebih lanjut Hening menuturkan, penurunan jumlah pengangguran di Jabar tersebut karena terbukanya lapangan kerja pada sektor-sektor yang menyerap usaha kerja.

Salah satunya, semakin banyaknya masyarakat Jabar yang mampu berwirausaha secara mandiri terlebih Pemprov melalui Dinas Koperasi dan UMKM terus menggenjot melakukan pembinaan untuk mencetak wirausaha baru dengan program 1 juta pengusaha muda baru.

”Masyarakat banyak yang bisa mandiri mengelola usaha. Sehingga, bisa menyerap tenaga kerja lebih banyak,’’ katanya.

Dia menilai yang paling banyak tenaga kerja adalah sektor jasa, perdagangan, hotel, restoran dan industri keuangan. Sektor ini menurutnya lebih terbuka pada tenaga-tenaga baru. ”Industri kreatif juga jadi harapan untuk menyerap tenaga kerja,” katanya.

Saat ini, pihaknya terus berusaha mendorong pertumbuhan penyerapan tenaga kerja pada sektor non-formal. Dirinya juga berharap pada tren investasi di Jabar yang terus naik sehingga dapat mendorong target perluasan lapangan kerja. Kendati penyerapan Naker lebih didominasi sektor jasa, harapannya industri manufaktur dapat berorientasi pada industri padat karya.

”Pemprov Jabar dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia akan tetap konsen untuk mengurangi angka pengangguran dengan terus mencuiptakan peluang kerja dan mencetak pengusaha baru,” pungkas Hening. (yan/fik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga