oleh

Ganti Password Tiap Hari

BANDUNG WETAN – Kerja sama antar Pemerintah Kota Bandung dan Polrestabes Bandung terkait adanya Command Center masih sebatas koordinasi pembaharuan kata kunci. Hal ini dikatakan Kepala Bagian Operasional Polrestabes Bandung Ajun Komisaris Besar Dhafi. Setiap hari, password harus diganti agar orang lain atau pihak tak berkepentingan tidak dapat mengakses seluruh data yang ada di situ. ’’Paling koordinasinya sebatas itu dulu,’’ ujar Dhafi saat ditemui di ruang kerjanya kemarin (20/1).

COMMAND CENTER
CANGGIH: Command Center atau pusat komando pemantau kota sudah diluncurkan, namun baru bisa memantau arus lalu lintas.

Untuk koordinasi lebih lanjut, pihaknya menunggu komitmen kerja sama dari Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Dhafi mengakui, bahwa dari puluhan kamera pengintai atau CCTV yang terpasang di seluruh wilayah kota Bandung dan tergambar jelas di layar besar dengan ukuran 32 inci, dengan 26 layar monitor yang tampak melengkung bukan berasal dari kepolisian. Tapi dari pemerintah. Pihaknya hanya menyedot akses yang diberikan Pemkot Bandung itu.

’’Sebenarnya dengan adanya pengadaan CCTV itu beban tugasnya ada di kepolisian. Karena antara Dishub (Dinas Perhubungan) dan Sat Lantas (Satuan Lalu Lintas) memiliki tugas yang berbeda,” papar Dhafi.

Untuk saat ini, Command Center baru bisa memantau arus lalu lintas dan pemantauan darurat seperti bencana dan kebakaran. Masalah lalu lintas, Dishub pun dapat mengemban tugas itu. Hanya saja, tegasnya, dalam penindakan menjadi tugas kepolisian. Seperti, pelanggaran rambu-rambu atau lainnya.

Sebelumnya, Pemkot Bandung telah meluncurkan Bandung Command Center yang dapat memantau segala aktivitas di jalanan di Kota Bandung. Baik titik kemacetan, pedagang kaki lima (PKL), keberadaan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Selain itu, ruang kendali ini juga dapat memonitoring kendaraan yang telah dipasangi GPS. (mg6/tam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga