Bencana Timpa Tiga Kecamatan

bandungekspres.co.id, SAGULING – Enam bencana longsor terjadi di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Cipatat, Padalarang dan Saguling, di sepanjang Sore hingga malam hari, Senin (10/10).  Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian longsor lebih banyak menimpa Kecamatan Saguling.

Dalam kejadian tersebut, untungnya tidak ada korban jiwa. Hanya saja sejumlah rumah dan infrastruktur rusak. Di total terdapat 13 buah rumah kerusak dengan kerugian ditaksir Rp 5 juta hingga Rp 10 juta per rumah.

Kapolres Cimahi AKBP Ade Ary Syam Indradi menuturkan, derasnya air hujan tersebut mengakibatkan longsor dimana-mana. Seperti di Kecamatan Saguling terdapat puluhan rumah yang rusak. ”Selanjutnya longsor juga merusak benteng sekolah di Padalarang,” ungkap Ade kepada wartawan di Padalarang, kemarin (11/10).

Ambruknya benteng, lanjut  disebabkan oleh derasnya aliran air selokan yang terus mengikis bagian bawah benteng. Benteng sekolah yang ambruk memiliki setinggi sekitar lima meter dengan panjang 20 meter.

”Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun aliran air selokan sempat membanjiri sebagian tempat di RW 24,” ungkapnya.

Selain sekolah, longsoran tanah menimpa salah satu rumah rusak parah setelah. Longsor terjadi akibat luapan air sungai yang mengikis bagian tebing. ”Longsoran ini juga akibat luapan air irigasi itu mengikis tanah tebing sehingga menimbulkan erosi kemudian terjadilah longsor,” jelasnya.

”Selain rumah dua kendaraan motor milik korban rusak parah, yakni Supra X dan Mio akibat tertimpa bangunan rumah,” tambahnya.

Saat kejadian, kata Ade, petugas kepolisian langsung mendatangi semua lokasi yang terkena bencana tersebut. Selain mengecek kondisi TKP, petugas pun ikut membantu korban.

”Petugas kami terus bersiaga memantau sejumlah rawan bencana. Termasuk jika ada yang melapor dari warga, petugas langsung terjun ke lokasi bencana,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bandung Barat Dicky Maulana mengungkapkan, dengan turunnya intensitas hujan yang tinggi kewaspadaan terhadap bencana longsor harus ditingkatkan terutama di titik rawan bencana. ”Harus lebih waspada, dan petugas kami siap turun ke lokasi,” katanya.

Diakui olehnya, beberapa daerah di Bandung Barat rawan terhadap bencana. Di antaranya, Kecamatan Gununghalu, Lembang, Cipongkor dan Sindangkerta. Bahkan, semua wilayah memiliki potensi bencana yang sama. (drx/nit)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan