164

Rekan Desa Siap Menangkan Jokowi-Ma’ruf

Rekan Desa se-Jabar Selatan deklarasikan dukungannya terhadap Jokowi-Maruf di Kabupaten Garut

GARUT – Ribuan warga yang tergabung dalam Relawan Kemenangan (Rekan) Desa se-Jabar Selatan siap menangkan pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin pada Pilpres. Rekan Desa se-Jabar Selatan ini pun mendeklarasikan dukungannya di Situ Kole, Kaki Gunung Mandalawangi, Desa Mandalasari, Kecamatan Kadungora, Garut.

“Pelaksanaan deklarasi dukungan pemenangan bagi Jokowi-Maruf merupakan inisiatif warga yang diakomodasi tim pemenangan Jokowi-Maruf Amin. Selain menang, kami ingin menyambut pemilu ini dengan ceria, bahagia, dan suka cita tanpa harus saling menjelekkan,” ujar Koordinator Rekan Desa se-Jabar Selatan, Hamzah Fauzi Nur Amin, Minggu (13/1/2019).

Dalam deklarasi dukungan tersebut, digelar berbagai kegiatan permainan tradisional di sekitar situ dengan wajah penuh keceriaan. “Deklarasi pemenangan melalui pesta rakyat menunjukkan besarnya dukungan yang diberikan kepada calon presiden petahana. Dan kita dengan sukarela membuat acara yang dibantu dengan penyediaan ragam hadiah menarik,” katanya.

“Mereka juga menyediakan makanan secara sukareala seperti ubi rebus, kacang, singkong dan makanan tradisional lainnya secara sukarela. Bahkan ada masyarakat yang suka sama sosok pak Jokowi sampai sumbang domba buat lomba,” ungkapnya.

Hamzah berharap, dengan dukungan tersebut bisa menjadi motivasi tambahan bagi pasangan Jokowi-Maruf Amin untuk kembali memimpin Indonesia lima tahun ke depan. Ia menyebut, bahwa masyarakat berterima kasih atas capain pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat Indonesia terutama di desa.

Nandar Sunarya, salah satu tokoh masyarakat Calincing Bumi, Desa Mandalasari, Kadungora menyebut, kegiatan deklarasi di luar gedung dan hotel berbintang, merupakan bentuk kepedualian yang langsung diberikan oleh masyarakat.

Ia mengatakan masyarakat berterima kasih atas capaian pak Jokowi-JK sehingga berharap pak Jokowi melanjutkan pembangunan denga berpasangan dengan KH Maruf Amin.

“Banyak sekali program yang pro rakyat seperti Dana Desa, Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), BPJS, yang ditujukan bagi masyarakat pra sejahtera, mampu memberikan peningkatan kesejahteraan bagi mereka. Coba lihat sekarang jalan di perkampungan di pelosok desa sudah dibeton, masyarakat pun merasakan dampak pembangunan yang telah dilakukan Jokowi-JK,” kata dia.

Warga Nilai Jokowi Sosok Pemimpin yang Merakyat

Sementara itu, sejumlah warga yang hadir dalam kegiatan deklarasi tersebut juga memgaku sangat merasakan dampak program yang dijalankan selama ini.

Ade (55) salah satu warga Kampung Calincing Bumi, Kecamatan Kadungora menilai, sosok Jokowi sangat dekat dengan masyarakat.

Ia menyebut bahwa mantan Wali Kota Solo itu tanpa segan langsung menyapa warga dalam setiap kunjungannya kepada masyarakat. Menurutnya, masyarakat Indonesia membutuhkan sosok pemimpin yang bisa langsung turun dan dekat dengan masyarakat.

“Bagi rakyat kecil Jokowi adalah istimewa, tidak malu menyapa kami, dan apa yang dilakukan pa Jokowi itu supaya mampu memahami keluhan dan persoalan yang dihadapi warga. Yang lebih penting buat masyarakat desa aman dan sejahtera, tidak ada ancaman apapun,” ujarnya.

Hal yang sama disampaikan Entin (52) warga Kadungora lainnya, dia menyebut bahwa sosok Jokowi memberikan inspirasi bagi masyarakat kecil untuk menggapai kesuksesan.

“Beliau kan anak masyarakat biasa bukan pejabat, jadi buat kami ya sosok pak Jokowi sangat merakyat,” katanya.

Entin mengungkapkan, pola blusukan yang langsung bertatap sapa dengan warga, Jokowi mampu memahani setiap keluahan yang dihadapi masyarakat di lapangan. Meski perekonomian sempat turun, nilai tukar dolar melemah dan lainnya, menurutnya hal tersebut pun harus difahami dengan bijak.

“Memang harga naik, tapi kan ada yang lainnya, jalan desa menjadi lebih baik. Dulu mana ada jalan desa dibeton. Semoga pak Jokowi kembali terpilih. Saya berharap pemerintahan Jokowi harus lebih teliti dalam menempatkan pejabatnya, terutama mereka yang akan mengatur dan memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya masyarakat bawah,” ungkapnya.

Saat ini menurutnya masih banyak oknum, sehingga meski program pemerintahnya bagus, tapi hal tersebut membuat stigma pemerintah menjadi negatif.

“Memang kadang masih saja ada oknum, mohon ditindak, seperti pembuatan KTP yang masih lama,” tegasnya. (igo)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.