113

Patimban Akan Menjadi Pelabuhan Tercanggih

Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan, saat ini ada 32 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun di Jabar. Salah satunya Pelabuhan Patimban yang akan didesain menjadi pelabuhan tercanggih di dunia.

”Artinya perhatian pusat ke Jabar luar biasa. Salah satunya Patimban dan mengindikasikan Jabar provinsi strategis di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi kita stabil 5,3 persen di atas rata-rata nasional,” papar Ridwan Kamil, kemarin (9/1).

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu berharap, masyarakat khususnya yang berada di Subang terus mendukung pembangunan Pelabuhan Patimban. Sebab, ke depan kawasan utara Jabar akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang canggih dan futuristik.

”Kawasan paling canggih dan futuristik di masa depan adalah di kawasan ini, bukan di Bandung karena sudah saya hitung dengan hadirnya BIJB, Pelabuhan Cirebon dan Patimban adalah segitiga emas, ekonomi akan berkembang,” kata Emil.

”Kami juga mengimbau tokoh masyarakat untuk mendukung karena akan bermanfaat suatu saat untuk anak cucu,” sambungnya.

Untuk kelancaran pembangunan Pelabuhan Patimban tersebut, dia mengatakan, akan memantau secara berkala proyek Patimban yang dibangun oleh investor dari Jepang ini. ”Saya harap ini lancar. Kalau orang Jepang itu sangat teliti dan saya percaya. Setiap beberapa waktu saya akan rutin meninjau tidak harus di seremoni nanti saya akan koordinasi dengan bupati,” urainya.

Dia mengatakan kalau sudah jadi, pelabuhan ini akan jadi yang tercanggih di dunia. Sehingga menjadi kebanggaan Subang, Jabar dan Indonesia.

Sebelumnya, Pemprov Jabar saat ini masih menunggu aturan resmi dari Kementerian Dalam Negeri terhadap bantuan keuangan yang disalurkan pada pemerintah kota/kabupaten. Emil memerinci, hal itu merupakan hasil evaluasi APBD Jabar  2019 terutama terkait program stategis gubernur dalam bidang pariwisata seperti revitalisasi pariwisata di daerah.

Dia menjelaskan, program-program strategis pariwisata tersebut  kebanyakan aset di tingkat dua. Berarti, dana bantuan dari provinsi masuk dulu ke kas tingkat dua lalu dilelang di tingkat dua dan dikerjakan di tingkat dua. ”Intinya jauh dari jangkauan kontroling, maka Kemendagri pun memberi saran,” ungkapnya.

Menurut Emil, Kemendagri menyarankan agar program strategis gubernur itu lebih baik dilakukan langsung oleh provinsi walaupun asetnya ada di tingkat 2. ”Tapi kami masih menunggu surat-suratnya karena informasinya bersifat masih belum resmi,” sambungnya.

Emil mengatakan, jika hal itu resmi, maka pihaknya akan lebih leluasa mengontrolnya. Jadi, nantinya pihaknya, yang melelang sekaligus yang melakukan monev dan sebagainya. Selanjutnya, jika pengerjaan program sudah selesai maka akan di kembalikan pada pemerintah kota/kabupaten sebagai aset tingkat 2.

Menurut Emil, jumlah anggaran yang terkoreksi akibat evaluasi tersebut berkisar Rp 125 miliar terkait dengan pembangunan jalan layang di Kota Bandung. Semula, akan dikerjakan oleh Pemkot Bandung namun dipastikan akan dilelang pemprov. Sebab, lahannya ada di atas lahan milik Pemprov Jabar.

”Namun dengan wacana tersebut anggaran yang terkoreksi bisa sekitar Rp 800 miliaran. Tapi ya arena tidak ada surat menyurat kami belum ngambil keputusan, nunggu surat itu ada,” paparnya.

Unuk diketahui, saat ini terdapat 40 program strategis Pemprov 2019 ini meliputi program pariwisata dan infrastruktur di antaranya Kalimalang, Waduk Darma, Pangandaran, Situ Bagendit, Situ Ciburuy, Alun-alun Cirebon, Alun-alun Sumedang, Alun-alun Tasikmalaya, Alun-alun Sukabumi, dan Gunung Padang. (bbs/rie)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.