104

Jalur Rawan Dipasang Roller Barrier

RASA AMAN: Pemasangan Roller Barrier di kawasan Cikidang. Pagar pengaman ini akan dipasang di sejumlah titik rawan di Jabar

BANDUNG Roller Barrier atau pagar pengaman jalan teknologi asal Korea Selatan (Korsel) sudah terpasang di Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Pada 2019 ini teknologi serupa direncanakan akan dipasang di sejumlah titik ruas jalur tengkorak di Jawa Barat.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan, Roller Barrier sudah terpasang di tiga titik jalur rawan kecelakaan. Juga sudah bisa difungsikan sebagaimana mestinya, yakni teknologi ini akan berputar ketika mobil membentur pagar pengaman.

”Roller Barrier sudah dipasang di tiga titik sudah bisa difungsikan. Kemarin di Cikidang, Cijambe, dan Leles Garut,” kata Dedi, Bandung, kemarin (1/1).

Setelah terpasang di tiga titik rawan tersebut, rencana akan dipasang di beberapa titik lainnya. Namun saat ini pihaknya tengah mencari lokasi yang cocok untuk pemasangan roller barrier tersebut.

”Mudah-mudahan, mohon doa nanti berikutnya di 2019 kami coba di beberapa titik yang rawan kecelakaan. Kami akan cari titiknya di mana, itu berjalan saja,” ujarnya.

Setelah terpasang, menurut Dedi sudah sesuai harapan, aspek dalam meminimalisir kecelakaan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Lainnya, diharapkan teknologi Korsel ini bisa difungsikan dengan baik dan menurunkan angka kecelakaan di jalur tengkorak.

Untuk diketahui, Roller Barrier yang telah dipasang di jalur Cikidang, Kabupaten Sukabumi dengan panjang 60 meter. Di lokasi tersebut merupakan tempat kecelakaan sebuah bus terperosok ke jurang pasa September 2018 lalu.

Setelah Cikidang, Sukabumi, dua tempat rawan kecelakaan lainnya juga rencananya akan dipasang alat untuk mengurangi fatalitas jika terjadi kecelakaan akibat rem blong salah satunya di wilayah Subang yaitu di sekitar Warung Abah, Subang.

Berbeda dengan roller barrier yang dipasang di Cikidang dimana panjangnya mencapai 60 meter di sisi kanan jalan (dari arah Cibadak) sedangkan untuk roller barrier yang dipasang di subang hanya sekitar 20 meter.

Selain di Subang, Nagreg juga akan akan menjadi tempat pemasangan roller barrier lainnya, karena nagreg hingga saat ini masih menjadi salah satu lokasi rawan kecelakaan.

Dilansir dari laman menyusurijalan, roller barrier merupakan pembatas jalan yang menggunakan tabung silinder yang bisa berputar. Fungsi dari roller barier ini untuk mengubah energi tabrakan yang linier atau lurus, menjadi energi rotasi sehingga kendaraan yang menabrak dibelokkan lajunya sehingga tetap ada di jalan dan tidak masuk ke jurang.

Dalam akun instagramnya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengumumkan jika prototipe alat tersebut telah dipasang di Cikidang Sukabumi, tempat kecelakaan bus yang jatuh ke jurang.

”Teknologi Roller Barrier, teknologi penahan beban tabrakan tegak lurus menjadi berputar ke arah samping, prototipenya telah dipasang di lokasi rawan kecelakaan di Cikidang Sukabumi, tempat kecelakaan bus yang jatuh ke jurang. Semoga dengan inisiatif ini bisa mengurangi kecelakaan lalu lintas di kecuraman yang ekstrim dan meningkatkan keselamatan di seluruh jalanan Jawa Barat. #HaturNuhun,” tulis Ridwan Kamil. (ona/JPC/ign)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.