164

Alumni Unpar Dukung Jokowi

Optimisitis Bawa Indonesia Clean and Good Governance

TAMBAH DUKUNGAN: Alumni Universitas Parahyangan (Unpar) yang tergabung dalam Parahyangan keur Jokowi (Parjo) saat mendeklarasikan dukunga di Monumen Perjuangan Jawa Barat , Kota Bandung, kemarin (13/1).

BANDUNG – Alumni Universitas Parahyangan yang tergabung dalam Parahyangan keur Jokowi (Parjo) menyatakan dukungan kepada Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.

Ketua Parjo Jawa Barat Yogaswara berharap mulai menata diri dan membentuk sistem jaringan untuk memenangkan pasangan 01. ”Perlu kami tegaskan siap dan solid untuk memenangkan pasangan Jokowi – Amin,” kata Yogaswara, kemarin (13/1).

Perwakilan Tim Kampanye Daerah (TKD), Ari Setia Sakti yang juga alumni Unpar menyebut, deklarasi ini bertujuan untuk menghimpun partisipasi politik dalam Pilpres 2019. ”Aspirasi politik kami sebagai alumni Unpar tersalurkan melalui Parahyangan Jokowi,” kata Ari.

Dia mengatakan, relawan ini didirikan sepakan lalu pada 5 Januari 2019 di Jakarta. Menurut Ari, sebagai alumni Unpar, pihaknya memiliki keinginan, aspirasi, dan kebulatan yang sama untuk mendukung Jokowi.

”Gerakan ini sengaja kami buat untuk menjadi motivasi bagi teman-teman di perguruan tinggi lainnya atau khususnya untuk alumni Unpar agar bahu membahu, gotong royong untuk memenangkan Jokowi- Ma’ruf Amin,” papar Ari.

Ari menambahkan metode kampanye yang dilakukan adalah door to door. Hal ini dilakukan untuk mengenali masalah, memperkenalkan program Jokowi bukan hanya sekedar membagi kaos.

”Metode door to door sudah dimulai oleh para caleg pendukung koalisi, relawan dan masyarakat. Salah satunya untuk perbaikan mutu pendidikan dan ekonomi,” tandasnya.

Sementara itu, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily mengatakan pasangan Jokowi-Ma’ruf sangat optimis Indonesia mampu menjadi negara yang bersih dari korupsi (clean and good governance).  Karena itu, Ace tak sepakat dengan pernyataan bahwa korupsi di Indonesia seperti kanker stadium 4 yang hampir mustahil untuk diobati.

Ace menyatakan pernyataan tersebut cukup berlebihan. ”Terlalu lebay dan berlebihan jika korupsi tidak dapat diberantas yang menunjukan itu pandangan yang pesimistis terhadap bangsa ini,” kata Ace dalam rilis tertulis, kemarin.

Ace menambahkan, dalam visi misi pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf secara gamblang menyatakan akan memberantas praktik korupsi di tubuh pemerintahan Indonesia dari hulu hingga hilir. ”Visi-misi itu mencakup agenda aksi perubahan yang konsisten, komprehensif, sistematis dan tajam menyentuh episentrum perubahan dalam pemberantasan korupsi,” kata dia.

Hal itu, kata dia, berbeda dengan visi misi tentang pemberantasan korupsi yang dimiliki pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandi. Menurutnya, pemberantasan korupsi akan efektif apabila pemimpin puncaknya berintegritas, bukan bagian pemburu rente, dan berani melawan kekuatan oligarki ekonomi-politik.

Ace menambahkan, rekam jejak integritas Jokowi terbukti sejak tahun 2010 ketika masih menjabat sebagai Wali Kota Solo, saat itu Jokowi mendapat anugerah Bung Hatta Anti Corruption Award. Bahkan, kata dia, upaya pencegahan korupsi pun terus dilanjutkan saat Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta dengan mengaplikasikan e-budgeting.

”Dalam upaya pemberantasan korupsi ini, aspek pencegahan yang sangat penting, bukan hanya aspek penindakan. Pak Jokowi menawarkan agenda aksi yang konkret dan komprehensif.  Pak Jokowi sudah meletakan fondasi berupa Strategi Nasional (Stranas) Pencegahan Korupsi,” urainya.

Selain itu, lanjut dia, agenda berikutnya adalah melaksanakan Stranas itu secara konsisten. Fokus pelaksanaan ini pada perizinan dan tata niaga, keuangan negara, serta penegakan hukum dan reformasi birokrasi di setiap kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya.

”Pak Jokowi akan terus meningkatkan kapasitas Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP). Memperkuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta meningkatkan sinergi dan kerja sama antar-institusi penegak hukum dalam pemberantasan kejahatan korupsi,” jelas Ace.

Menurut dia, dalam empat tahun ini, Presiden Jokowi telah menggiatkan  transaksi non-tunai sebagai tindakan pencegahan penggunaan uang tunai dalam tindak korupsi dan pencucian uang. Lebih dari itu, kata dia, pembayaran jalan tol sampai dengan Bantuan Pangan Non Tunai adalah inovasi transaksi non tunai di era Jokowi.

”Pak Jokowi akan terus mempertegas penindakan kejahatan perbankan dan pencucian uang sehingga akan ada efek jera karena terjadi proses pemiskinan para koruptor,” kata dia.

Ace berpendapat, kunci dari pemberantasan korupsi adalah integritas dan rekam jejak. Dilihat dari kehidupan keluarganya, Jokowi dinilai tidak memiliki beban terkait dengan konflik kepentingan dalam bisnis keluarga.

Dia menyebut, anak-anak Jokowi justru berjualan martabak dan pisang goreng. ”Sebaliknya, sulit membayangkan tidak ada konflik kepentingan terkait bisnis keluarga Prabowo dan juga Sandi,” kata dia.

Jadi, Ace menuturkan, efektivitas pemberantasan korupsi akan tergantung pada pucuk pimpinannya, dalam hal ini presiden. ”Jika pemimpinnya bersih, berintegritas dan berani maka ada harapan terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia,” urainya lagi.

Sebaliknya, lanjut dia, jika rekam jejaknya meragukan maka itu sama saja menawarkan janji palsu. Rekam jejak meragukan seperti sarat dengan beban konflik kepentingan, memiliki jalinan dengan kekuatan oligarki masa lalu dan dikelilingi para pemburu rente. (bbs/rml/rpb/rie)

1 KOMENTAR

  1. Salam Parjo,
    Sy ingin mbeli tshirt Unpar Jokowi
    Sy tdk hadir wkt acr hr Minggu, Jan13’19
    Kmn sy hrs kontak ?
    Tlg info ny & harap WA k no. sy : 081809533205

    Tks & B. Rgds

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.