47

Wadahi Kreativitas Disabilitas, Jokowi Akan Bangun Pabrik Khusus

RAHMAT/HUMAS SETKAB/JABAR EKSPRES
BAHASA ISYARAT: Presiden Joko Widodo menggunakan bahasa isyarat saat mengawali sambutannya pada peringatan Hari Disabilitas Internasional 2018, di Halaman Parkir Mal Summarecon, Bekasi, Jawa Barat, kemarin (3/12).

BEKASI – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan ke Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita untuk bisa mewujudkan pembangunan sebuah pabrik untuk penyandang disabilitas.

”Seingat saya, 4 tahun yang lalu mendapatkan usulan untuk membangun sebuah pabrik untuk penyandang disabilitas, tapi saya tunggu-tunggu katanya mau dicarikan tanahnya. Saya tunggu sampai sekarang tanahnya belum ada. Oleh sebab itu, hari ini saya perintahkan kepada Menteri Sosial untuk menyelesaikan ini,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Peringatan Hari Disabilitas Internasional Tahun 2018, di halaman Parkir Mal Summarecon, Bekasi, Jawa Barat, kemarin (3/12).

Mengenai jenis pabriknya, Presiden mempersilakan Mensos untuk memilihnya, baik jenis garmen, elektronik, atau inovasi-inovasi lain. Terpenting sebut Jokowi, pabrik itu segera dibangun.

”Saya kira memang kita perlukan itu melihat prestasi-prestasi yang ada seperti yang tadi saya sampaikan ini sangat luar biasa dan harus ada wadah yang memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk berprestasi, untuk berkarya,” ujar Presiden.

Ditegaskan Presiden, dirinya ingin yang konkret-konkret, pengen yang riil-riil. Meskipun undang-undangnya sudah ada, menurut Presiden, yang paling penting bagaimana mengimplementasikan, melaksanakan amanat undang-undang yang ada.

”Saya tolong dikejar-kejar, diingatkan sehingga saya bisa mengejar juga ke menteri, menteri juga bisa mengejar ke dirjen agar ini bisa segera terealisasi,” ucap Presiden Jokowi.

Sebelumnya pada bagian awal sambutannya Presiden meny­ampaikan betapa dirinya men­jadi saksi kecintaan para penyan­dang disabilitas terhadap ne­gara kita, Indonesia. Presiden menunjuk contoh salah satunya keberhasilan atlet-atlet penyan­dang disabilitas Indonesia meraih posisi 5 besar dalam Asian Para Games 2018.

”Sebelumnya dari 14 kita ha­nya peringkat 9 dengan 9 med­ali emas, kita sekarang menda­patkan 37 medali emas, dan hadianya juga sama dengan Asian Games 2018. Yang emas dapat Rp1,5 miliar, perak Rp500 juta, kemudian perunggu Rp250 juta,” kata Presiden.

Selain di bidang olahraga, menurut Presiden Jokowi, banyak sekali yang berpresta­si di bidang yang lain, seper­ti Risnawati Utami, Warga Negara Indonesia pertama yang dipilih menjadi anggota komite penyandang hak disa­bilitas PBB tahun 2018.

Kemudian Habibie Afsyah sukses di berbisnis online mar­keting dengan penghasilan pu­luhan juta per bulan. Kemudian Surya Sahetapy sekarang sudah di Amerika, penggerak komuni­tas handai tuli. Kemudian M. Fahmi Husein mahasiswa yang meraih penghargaan desain terbaik pada National Electrical Design di 2018.

”Mereka ini adalah sumber inspirasi bagi kita semuanya seluruh warga negara Indone­sia. Prestasi tersebut-prestasi tersebut, saya pastikan bisa terjadi karena semangat juang­nya, bisa terjadi karena kerja kerasnya, bisa terjadi karena kreativitasnya,” ujar Presiden.

Presiden berpesan ke para penyandang disabilitas untuk selalu percaya diri, untuk sel­alu bekerja keras, dan berino­vasi dalam meraih prestasi-prestasi yang ada. (*/ign)

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.