“Tuh… Aya Jelema Ngapung”

Dirgantara Batu Dua Pikat Pengunjung Sekaligus Promosi Wisata

37
HERI PURNAMA/SUMEDANG EKSPRES
MULAI TERBANG: Seorang atlet Paralayang saat akan terbang dari bukit Batu Dua di Desa Linggajaya, Kecamatan Cisitu, Sumedang

Meski sudah beberapa kali digelar, Paralayang masih jadi tontonan asyik. Buktinya, wilayah Kecamatan Cisitu mendadak dipadati banyak warga dan pengguna jalan yang berhenti. Mereka hanya ingin menyaksikan manusia terbang dan landing.

HERI PURNAMA, Sumedang

TERIK matahari di musim kemarau, sangat terasa. Suhu udara begitu panas, ditambah dengan hembusan angin yang lumayan kencang. Suasana itu tak menyurunkan warga yang matanya memandang ke angkasa.

”Tuh Aya jelema ngapung,” teriak seseorang dari balik kerumunan dan disusul gelak tawa warga yang memandangnya.

Lelaki paruh baya itu memang hanya sekadar guyon bersama rekan-rekannya yang baru saja menghentikan kendaraan mereka. Karena melihat banyak kendaraan terpakir dan di atas langit Cisitu terlihat ada beberapa parasut paralayang yang terbuka.

Tak sampai menunggu turun para atlet para layang, mereka telah berlalu dengan memacu kendaraan roda dua. Dari penampilannya sepertinya mereka baru saja pulang memancing, mungkin dari Jatigede. Itu terlihat dari tas selendang joran yang menghiasi bahu mereka.

Sebelum kegiatan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Paralayang Kapolres Cup resmi ditutup, antusiasme warga memang terlihat terutama di betulan Eba. Di lokasi ini memang terbilang luas sehingga mudah untuk memarkirkan kendaran, selain itu jika tidak ada atlet yang terbang pandangan pun bisa tertuju ke kawasan Bendungan Jatigede yang memang terlihat jelas.

Beberapa mobil ranger polisi terlihat standby di sejumlah titik, termasuk di Eba. Mereka mengantisipasi jika saja ada atlet yang kesasar, seperti terjadi beberapa waktu lalu. Ada atlet yang parasut utamanya tidak terbuka, kemudian melakukan pendaratan darurat.

Sabidin warga Kecamatan Darmaraja, yang sengaja datang ke Eba dan ingin melihat langsung terbangnya atlet paralayang. Mengaku sangat penasaran.

”Ini cukup langka, meskipun beberapa waktu lalu pernah ada Paralayang tapi sudah cukup lama. Saya jadi penasaran ingin melihat langsung ke Batu Dua,” kata Sabidin.

Hal itu, membuktikan kegiatan dalam bentuk apapun di Batu Dua, mampu menjadi salah satu pemikat untuk memperbanyak pengunjung.
”Kalau ada kegiatan di Batu Dua, kita jadi ada tontonan. Meski Batu Dua punya pemandangan yang indah, tapi kalau tidak ada kegiatan rasanya bosen,” tuturnya.

Camat Cisitu Arry Kusnadi menyebutkan, adanya Batu Dua memang harus seutuhnya memberikan manfaat dari segi finansial untuk masyarakat sekitar. Oleh sebab itu, semakin banyak kegiatan dilakukan di areal Batu Dua, maka akan semakin pesat juga untuk bisa lebih dikenal di tingkat nasional.

”Kita harus jadikan Batu Dua sebagai aset penting yang harus dijaga oleh semua pihak,” katanya.

Kegiatan Kejurnas Paralayang Kapolres Cup diikuti total 97 peserta yang berasal dari 15 provinsi di Indonesia, juga beberapa peserta dari mancanegara ikut berpartisipasi dalam pertandingan Batu Dua Cross Country.

Menurut Wakapolres Sumedang, Kompol Sigit Rahayudi, kegiatan tersebut untuk mencari kaderisasi bahkan atlet paralayang. Para atlet itu terbang dari venue Batu Dua di Kecamatan Cisitu, dan mendarat di IPP Kabupaten Sumedang atau venue Toga Sumedang. (*)

~ads~

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.