183

Jatigede Masuk 14 Proyek Fiktif BUMN

Rugikan Negara Rp186 Miliar, Tetapkan Dua Tersangka

DOK.SUMEDANG EKSPRES
SOROTAN KPK: Bendungan Jatigede yang surut saat musim kemarau ternyata dalam proyeknya mendapat sorotan dari KPK.

JAKARTA -Dari 14 proyek fiktif di BUMN terdapat salahsatunya nama Bendungan Jatigede di Sumedang dan normalisasi Kali Bekasi Hilir, di Bekasi.

Setelah melakukan penelusuran dan identifikasi terhadap sejumlah temuan dan laporan, akhirnya kemarin (17/12) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan dua tersangka, terkait sejumlah proyek fiktif PT Waskita Karya (Persero).

Dua tersangka tersebut yakni, Kepala Divisi II PT Waskita Karya periode 2011-2013 Fathor Rachman dan Kepala Bagian (Kabag) Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya periode 2010-2014 Yuly Ariandi Siregar (Selengkapnya Lihat Grafis).

”Sejalan dengan peningka­tan status penanganan perka­ra ke penyidikan, KPK menetapkan dua tersangka,” ungkap Ketua KPK, Agus Rahardjo, kepada Fajar Indonesia Network (FIN) kemarin (17/12).

Agus memaparkan, Fathor dan Yuly diduga menunjuk empat perusahaan subkontraktor untuk melakukan pekerjaan fiktif pada sejumlah proyek konstruksi yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya.

Sebagian proyek diduga te­lah dikerjakan oleh perusa­haan lain. ”Namun tetap di­buat seolah-olah akan diker­jakan oleh empat perusahaan subkontraktor tersebut,” sambung Agus.

Empat subkontraktor itu diduga tidak mengerjakan proyek sebagaimana tertuang dalam kontrak. Akan tetapi, PT Waskita Karya tetap mela­kukan pembayaran terhadap keempat subkontraktor ter­sebut.

Usai pembayaran diterima, keempat subkontraktor itu menyerahkan Dana pem­bayaran kepada sejumlah pihak, termasuk diduga ke­pada Fathor dan Yuly.

Berdasarkan audit semen­tara oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), diduga ne­gara mengalami kerugian senilai Rp186 miliar. Keru­gian itu didapat dari jumlah ongkos yang dibayarkan PT Waskita Karya kepada empat subkontraktor.

Agus menambahkan, KPK menemukan 14 pengerjaan fiktif terhadap proyek dalam kasus ini. Ke-14 di antaranya merupakan proyek pembangu­nan jalan tol, jembatan, ban­dara, bendungan, dan norma­lisasi sungai yang tersebar di sejumlah daerah di Indonesia.

Untuk kepentingan penanga­nan perkara, tim penyidik KPK telah melakukan penggele­dahan di sejumlah lokasi dalam kurun 12 hingga 16 Desember 2018 di Kantor Pusat PT Waskita Karya di Jakarta Timur, Kantor Divisi III PT Waskita Karya di Sura­baya.

”Selanjutnya beberapa kan­tor perusahaan subkontraktor serta kediaman tersangka dan 10 pihak terkait di kawasan Jakarta, Bekasi, Depok, dan Surabaya,” imbuh Agus.

Atas perbuatannya, kedua tersangka disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No­mor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pi­dana Korupsi (UU Tipikor).

Terpisah, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menyayangkan adanya tindak pidana ko­rupsi pada sektor infrastruk­tur. Maka dari itu, KPK beru­langkali mengimbau kepada seluruh BUMN maupun pelaku usaha lainnya untuk menerapkan prinsip good corporate governance.

”Agar menghindari terjadi­nya modus-modus korupsi anggaran proyek konstruksi seperti dalam kasus ini atau perkara lain yang pernah di­ungkap KPK,” tukasnya.

Febri juga mengimbau ke­pada pihak-pihak terkait un­tuk melakukan audit terkait kualitas proyek yang berhu­bungan dengan pekerjaan fiktif keempat subkontraktor tersebut. (riz/fin/ful)

14 Proyek Proyek Diduga Fiktif

  1. Proyek Normalisasi Kali Bekasi Hilir, Bekasi, Jawa Barat.
  2. Proyek Banjir Kanal Timur (BKT) Paket 22, Jakarta.
  3. Proyek Bandar Udara Kuala Namu, Sumatera Utara.
  4. Proyek Bendungan Jati Gede, Sumedang, Jawa Barat.
  5. Proyek Normalisasi Kali Pesanggrahan Paket 1, Jakarta.
  6. Proyek PLTA Genyem, Papua.
  7. Proyek Tol Cinere-Jagorawi (Cljago) Seksi 1, Jawa Barat.
  8. Proyek Fly Over Tubagus Angke, Jakarta.
  9. Proyek Fly Over Merak- Balaraja, Banten.
  10. Proyek Jalan Layang Non Tol Antasari-Blok M (Paket Lapangan Mabak), Jakarta.
  11. Proyek Jakarta Outer Ring Road (JORR) seksi W 1, Jakarta.
  12. Proyek Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa Paket 2, Bali.
  13. Proyek Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa Paket 4, Bali.
  14. Proyek Jembatan Aji Tulur-Jejangkat, Kutai Barat, Kalimantan Timur.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.